Pulihkan Trauma Anak Korban Gempa NTT, Kementerian PPPA Sediakan Layanan Psikososial

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22 WIB
​Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi saat melakukan kunjungan ke Kampung Dolanan di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Sabtu (22/8/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)
​Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi saat melakukan kunjungan ke Kampung Dolanan di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Sabtu (22/8/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM-Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.

Upaya penanganan darurat hingga pemulihan trauma fokus disalurkan, terutama bagi kelompok rentan perempuan dan anak.

​Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyatakan, pemerintah bergerak sigap sejak hari pertama bencana sesuai instruksi langsung Presiden.

Baca Juga: Cek Bansos Kemensos Tahap 3 2026, PKH dan BPNT Cair Sampai Bulan Apa?

​"Peristiwanya pagi, malam itu juga pemerintah sudah menerbangkan beberapa bantuan secara langsung," ujar Arifatul di sela meresmikan Kampung Dolanan Sidowayah BERSEMI di Desa Sidowayah, Polanharjo, Klaten, Sabtu (22/8/2026). 

"Bantuan disalurkan lewat jalur darat maupun udara menggunakan helikopter untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses," imbuhnya.

​Guna mengoptimalkan penyaluran bantuan, Arifatul dijadwalkan terbang langsung ke lokasi bencana pada Senin (24/8/2026).

KemenPPPA berkolaborasi dengan berbagai mitra pembangunan untuk membawa bantuan logistik.

Khususnya kebutuhan spesifik perempuan dan anak yang belum sepenuhnya terpenuhi di pengungsian.

​"Kami disiapkan satu pesawat Hercules hasil kolaborasi dengan seluruh mitra pembangunan. Antusiasme dan respon mitra luar biasa, bahkan ada kemungkinan mengganti armada ke pesawat yang kapasitasnya lebih besar karena volume bantuan yang terus bertambah," jelasnya.

Baca Juga: Elementary Futsal Fest Radar Solo 2026 Meriah! Ini Daftar 8 Tim Putra Lolos Babak 8 Besar

​Selain bantuan fisik, KemenPPPA melalui dinas di daerah telah menerjunkan tim untuk memberikan pendampingan psikososial (trauma healing) bagi anak-anak di tenda pengungsian. 

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah dampak trauma berkepanjangan akibat guncangan gempa dan kondisi darurat.

​Ia mengungkapkan, penanganan bencana yang dilakukan mengedepankan sinergi lintas lembaga tanpa sekat birokrasi.

KemenPPPA berkoordinasi erat dengan Kementerian Sosial, BKKBN hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga: Kunjungan ke Klaten, Menteri PPPA Resmikan Kampung Dolanan Sidowayah BERSEMI

​"Kami tidak bergerak sendiri-sendiri. Ini tugas bersama. Kami hilangkan ego sektoral untuk memastikan sapaan dan layanan terbaik sampai ke masyarakat," tegas Arifatul.

​Terkait data korban anak dan perempuan, KemenPPPA masih terus melakukan pendataan. Mengingat dampak di tiap wilayah berbeda-beda, dengan Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu area terdampak paling parah. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
Gempa NTT menteri ppa bantuan logistik