Ketiban Berkah Event Klaten International Motocross, Pendapatan Pelaku UMKM Lokal Terdongkrak

Angga Purenda • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:59 WIB
Para pelaku UMKM lokal yang menjajakan aneka makanan dan minuman di Sirkuit Bokong Semar, kawasan wisata Rowo Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Sabtu–Minggu (22–23/8/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)
Para pelaku UMKM lokal yang menjajakan aneka makanan dan minuman di Sirkuit Bokong Semar, kawasan wisata Rowo Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Sabtu–Minggu (22–23/8/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Gelaran Klaten International Motocross dan Kejurnas Motocross Round 6 Tahun 2026 di Sirkuit Bokong Semar, kawasan wisata Rowo Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Sabtu–Minggu (22–23/8/2026), menjadi angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Event yang masuk dalam rangkaian kemeriahan Hari Jadi ke-222 Klaten tersebut terbukti menggerakkan roda ekonomi warga sekitar sirkuit.

Menariknya, para warga sekitar yang sebelumnya menggarap lahan pertanian di area sirkuit diberikan fasilitas khusus oleh pihak panitia untuk berjualan di area sirkuit tanpa dipungut biaya sewa lapak alias gratis.

Baca Juga: Bupati Klaten Terima Kunjungan Menteri PPN, Bahas Penguatan Inovasi Pertanian dan Ketahanan Pangan

Berdasarkan pantauan di lapangan, belasan pedagang kecil memanfaatkan momentum balapan tersebut untuk mengais rezeki.

Menjajakan aneka kuliner dan minuman segar bagi para pengunjung maupun official tim.

Salah satu pelaku UMKM asal Desa Krakitan, Bayat, Atun, 53, mengaku sangat bersyukur dengan adanya event motocross tingkat nasional dan internasional tersebut.

Kehadiran penonton memberi dampak langsung terhadap lonjakan omzet penjualannya.

"Alhamdulillah, tambah pemasukan lagi. Biasanya jualan di Bukit Sidoguro, tapi di sana sekarang kan sepi. Adanya acara ini alhamdulillah banget, omzet bisa naik sampai 100 persen dibanding hari biasa," ujar Atun saat ditemui di lapak dagangannya, Sabtu (22/8/2026).

Atun menjual aneka minuman dingin, mie instan hingga aneka gorengan. Harganya pun terjangkau mulai Rp 5.000 untuk minumannya.

Baca Juga: Produksi Padi Klaten Tembus 267 Ribu Ton, Pemprov Jateng Gelontorkan Bantuan Rp 4,23 Miliar

Pada hari pertama ajang tersebut digelar, hasil penjualannya sudah cukup untuk menutup modal usaha sekaligus memberikan keuntungan bersih.

Hal senada diungkapkan Fahrul Taufiq, 38, warga Desa Krakitan, Bayat juga. Ia yang membantu ibunya berjualan nasi ayam bacem seharga Rp 12.000 per porsi serta aneka minuman es teh dan air mineral seharga Rp 5.000.

Pada hari pertama penjualan, dirinya mencatatkan peningkatan penjualan yang cukup signifikan.

"Hari pertama dari stok 35 boks nasi ayam bacem, tinggal sisa 7 boks. Tentunya saya sangat antusias dan mendukung sekali, karena ini bisa meningkatkan pemasukan warga sekitar desa," ungkap Fahrul.

Baca Juga: Siap Promosikan Wisata Boyolali di Media Sosial, 59 Anggota Baru Saka Pariwisata Resmi Dilantik

Para pelaku UMKM lokal berharap Pemkab Klaten serta pihak penyelenggara dapat rutin menggelar agenda balap maupun kegiatan hiburan besar lainnya secara berkelanjutan di Sirkuit Bokong Semar. Guna menjaga keberlangsungan pendapatan dari para pelaku UMKM desa setempat

Pelibatan pedagang lokal ini memang menjadi salah satu komitmen pihak penyelenggara.

Panitia acara, Wahyu menegaskan bahwa perhelatan perdana di Sirkuit Bokong Semar tersebut sengaja dirancang untuk merangkul potensi lokal, mulai dari warga, pemerintah desa hingga Pemkab Klaten.

"Ini kan perdana ya, keberadaan UMKM lokal memang kami libatkan. Banyak sekali pendukung, baik dari sponsor, pemerintah daerah, pemerintah desa hingga warga yang sangat mendukung acara ini," jelas Wahyu.

Wahyu menambahkan, keterlibatan warga lokal dan pelaku UMKM menjadi poin penting dalam keberadaan fasilitas olahraga baru tersebut.

Ke depan, Sirkuit Bokong Semar diharapkan tidak hanya menjadi sarana adu ketangkasan pembalap, melainkan juga penggerak roda ekonomi daerah.

Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 3 2026: Cek Status Penerima dan Pencairan Rp 600.000 di cekbansos.kemensos.go.id

"Harapannya dengan adanya sirkuit ini nanti bisa mendukung ekonomi dan pergerakan keuangan, baik dari sisi warga sendiri maupun dari pemerintah daerah," tambahnya. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
sirkuit bokong semar klaten international motocross ekonomi Rowo Jombor Klaten umkm