RADARSOLO.COM - Evakuasi satwa dilindungi oleh Satpol PP dan Damkar Klaten pada Jumat (21/8/2026) mengungkap fakta menarik.
Burung yang dievakuasi dari kediaman warga di Kecamatan Jatinom dan semula diduga kuat sebagai Elang Jawa ternyata teridentifikasi sebagai burung Sikep Madu Asia.
Hal Itu diungkapkan Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Klaten Sumino.
Baca Juga: Masuki Tahap Pelapisan Struktur, Jembatan Gantung di Kalikotes Klaten Siap Sambung Akses Warga
Kegiatan penyelamatan satwa tersebut berawal dari koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah.
Pihak BKSDA menginformasikan adanya burung dilindungi yang dikuasai oleh warga di wilayah Jatinom setelah sebelumnya terpantau dari unggahan media sosial dan sempat diketahui berpotensi diperjualbelikan.
Guna mencegah pelanggaran hukum dan menjaga keselamatan satwa, BKSDA berinisiatif mengambil langkah cepat.
Namun, karena keterbatasan personel serta luasnya area operasional, BKSDA meminta bantuan teknis dari Damkar Klaten untuk meluncur ke lokasi.
"Ada informasi katanya Elang ditemukan warga di Jatinom. Dari BKSDA meminta bantuan kami untuk mengecek lokasi. Pihak warga dengan sukarela dan kooperatif menyerahkan burung tersebut kepada tim Damkar," ujar Sumino, Selasa (25/8/2026).
Berdasarkan penuturan warga setempat, burung tersebut awal mulanya ditemukan tergeletak di area semak-semak dan tumbuhan menjalar.
Baca Juga: Kronologi Kisah Ironi Yogi Gilang Arya Hadirkan Internet di Kampung Halaman, Malah Disidang
Saat ditemukan, kondisi fisik sang burung cukup memprihatinkan karena mengalami luka pada bagian kaki sehingga tidak mampu berdiri dengan tegap.
Burung tersebut segera dibawa ke Markas Damkar Klaten untuk mendapatkan perawatan awal. Termasuk pengamanan sementara sebelum diserahterimakan secara resmi ke BKSDA.
Menurut Sumino, penanganan burung membutuhkan kehati-hatian ekstratinggi.
Karakter alami burung yang agresif serta alat pertahanan diri berupa paruh dan cakar yang sangat tajam membuat petugas harus menjaga jarak aman.
Selama berada di markas Damkar, petugas berupaya memberi asupan nutrisi berupa daging segar.
Baca Juga: Gencar Tracing Kaki Pengkor Di Sukoharjo, Terjunkan Bhabin Temukan Bayi Kelainan Bawaan Lahir
Dikarenakan khawatir akan kondisi kesehatan dan sifat satwa liar tersebut jika terlalu lama ditampung, tim Damkar bergerak cepat untuk menyerahkannya ke pihak yang berwenang pada Minggu (23/8/2026)
"Awalnya kami kira Elang Jawa. Petugas penerima awal juga menduga demikian. Namun setelah diperiksa lebih teliti oleh BKSDA, ada koreksi pada berita acara penyerahan. Burung tersebut adalah Elang Sikep Madu Asia. Meskipun bukan Elang Jawa, tapi ini satwa langka yang dilindungi oleh negara," beber Sumino.
Penampakan burung tersebut sangat gagah saat posisi tegak. Memiliki jambul menonjol di kepala yang sekilas menyerupai wujud lambang Garuda dengan estimasi panjang tubuh sekitar 35 cm.
Dari segi warna bulu, Burung Elang Sikep Madu Asia tersebut didominasi corak cokelat kehitaman.
Sebelumnya, pada pertengahan pekan yang sama, Damkar Klaten juga telah menyerahkan seekor Burung Elang Brontok hasil temuan warga di wilayah Tegalyoso, Klaten Selatan ke BKSDA.
Baca Juga: Kepergok Warga, Aksi Curi Motor di Kadipiro Solo Berujung Kejar-kejaran hingga Karanganyar
Sementara itu, dikutip dari repository.ipb.ac.id, Elang Sikep Madu Asia (Pernis ptilorhynchus) merupakan salah satu burung pemangsa yang bermigrasi.
Burung ini terbang dari daerah berbiak yaitu bagian Asia Utara menuju Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand.
Sikep madu Asia bermigrasi dari Jepang menuju Indonesia melalui Pulau Rupat (Sumatera). (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com