Awan Panas Guguran Merapi Meluncur 2 Kilometer, Warga Diminta Jauhi Daerah Bahaya

Niko auglandy • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:46 WIB
Awan Panas Guguran Merapi meluncur 2 kilometer ke arah barat daya, Sabtu (29/8/2026). (Dok. Kementerian ESDM)
Awan Panas Guguran Merapi meluncur 2 kilometer ke arah barat daya, Sabtu (29/8/2026). (Dok. Kementerian ESDM)

RADARSOLO.COM — Gunung Merapi kembali mengalami awan panas guguran, Sabtu (29/8) pagi. Awan panas guguran tercatat terjadi pada pukul 09.18 WIB dengan jarak luncur diperkirakan mencapai 2 kilometer ke arah barat daya.

Berdasarkan laporan Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), awan panas guguran tersebut mengarah ke hulu Kali Sat/Putih. Aktivitas tersebut memiliki amplitudo maksimum 31,9 milimeter dengan durasi 142,28 detik.

Baca Juga: Jadwal dan Live Streaming Tiga Final Piala Soeratin Jateng 2026 di Solo: PSCS dan Persijap Bersiap

Dalam laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, tercatat satu kali awan panas guguran dengan amplitudo 31 milimeter dan durasi 142,28 detik.

Selain awan panas guguran, aktivitas kegempaan Merapi juga mencatat 17 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–13 milimeter dan durasi 45,85–145,17 detik. Kemudian terjadi 19 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2–24 milimeter.

Pada periode yang sama, petugas juga mengamati lima kali guguran lava yang mengarah ke barat daya, yakni menuju Kali Sat/Putih dan Kali Krasak. Jarak luncur maksimum guguran lava tersebut mencapai 1.700 meter.

Secara visual, Gunung Merapi terpantau jelas. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis teramati setinggi 20–50 meter di atas puncak kawah.

Baca Juga: Kenali Fitur ABS New Honda Vario EVO 160, Bikin Pengereman Lebih Aman

Badan Geologi menyebut potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya. Potensi tersebut meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Badan Geologi juga menyampaikan bahwa data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung. Kondisi tersebut masih dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya. Warga juga diimbau mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran, terutama ketika terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi.

Selain itu, masyarakat diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Merapi.

Hingga laporan tersebut diterbitkan, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta tetap mengikuti rekomendasi dan informasi resmi dari BPPTKG maupun PVMBG.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Editor : Niko auglandy
gunung merapi lava erupsi