Wisata Kampung Dolanan Sidowayah Klaten Catatkan Omzet Rp 1 Miliar, Mampu Gerakan Ekonomi Warga

Angga Purenda • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:19 WIB
Anak-anak menikmati wahana di Kampung Dolanan, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Anak-anak menikmati wahana di Kampung Dolanan, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM- Kiprah Kampung Dolanan di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten sebenarnya sudah dirintis pada 2016.

Sebelum akhirnya diresmikan kembali Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia Arifatul Choiri Fauzi pada Sabtu (22/8/2026) dengan penambahan sejumlah wahana.

Selama satu dekade, kawasan wisata edukasi yang menghadirkan permainan tradisional seperti egrang, dakon, gasing dan yoyo terus berkembang.

Hingga memberikan dampak ekonomi riil yang dirasakan langsung oleh masyarakat pedesaan.

Baca Juga: Tembus 64 Kasus dalam Dua Bulan, Karhutla Masih Ancam Wilayah Wonogiri

Konsistensi dalam menghadirkan pembelajaran karakter berbasis budaya tradisional dan alam menjadi magnet utama kunjungan wisatawan.

Sepanjang 2025 saja, tak kurang dari 10.100 anak berkunjung dan beraktivitas di Kampung Dolanan Sidowayah.

Direktur BUMDes Sinergi Sidowayah Hartoyo kepada radarsolo.com menjelaskan bahwa geliat aktivitas di Kampung Dolanan memicu perputaran omzet hingga Rp1 miliar dari penjualan paket wisata edukasi.

Bahkan perputaran dana dari tingginya angka kunjungan wisata tersebut memberikan multiplier effect bagi perekonomian warga Sidowayah.

Adapun harga paket wisata yang ditawarkan mulai dari Rp 90 ribu hingga Rp 110 ribu.

Baca Juga: Pembongkaran Kantor Pemda Sragen Disorot, Dinilai Rusak Nilai Sejarah

Fasilitas yang didapatkan mulai dari snack, makan siang hingga dokumentasi foto.

“Mungkin yang tidak dipahami bahwa dengan sekira 10.000 pengunjung, tentu saja bersampak kepada pelaku UMKM. Misalnya lewat penyediaan paket kunjungan home industri membuat telur, klepon dan semprong,” ujar Hartoyo kepada radarsolo.com pada Sabtu (22/8/2026).

Selain itu, pekerjaan tradisional yang tergerus modernisasi kini kembali bergairah. Kerbau milik warga diberdayakan sebagai sarana edukasi membajak sawah bagi para siswa.

Kampung Dolanan juga menjadi simpul penggerak yang mengintegrasikan destinasi air di sekitarnya.

Baca Juga: Dukung Program Ketahanan Pangan, Kodim Klaten Lakukan Pendampingan Petani di Manisrenggo

Seperti di Desa Sidowayah terdapat Umbul Siblarak dan Umbul Kemanten yang dikunjungi ribuan pengunjung.

Kini telah melakukan rebranding usai menambah sejumlah wahana dan berkolaborasi dengan berbagai pihak.

Salah satunya melalui Sentuhan inovasi hadir lewat wahana water science berbasis pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics).

"Selama 10 tahun ini ritme kunjungan kami tidak pernah menurun. Kami terus berinovasi agar anak-anak bisa belajar sains dasar lewat media air dan permainan tradisional. Sekaligus melatih kepercayaan diri mereka di luar ketergantungan gawai," ujar Hartoyo.

Guna memperluas dampak ekonomi, BUMDes Sidowayah menjalin kemitraan interaktif dengan memboyong perajin batik Bayat hingga pembuat payung lukis Juwiring ke Sidowayah.

Melalui format workshop kelompok minimal 10–15 orang, nilai ekonomi pariwisata terbagi secara adil tanpa mengaburkan nilai edukasi karakter yang konsisten dibangun sejak 2016.

Baca Juga: Puluhan Penyelam SAR Latihan Penyelaman Malam di Telaga Madirda Karanganyar

“Kami juga sedang merencanakan untuk membuat paket wisata yang terintegrasi. Terutama dengan Desa Delanggu yang memiliki kekuatan pada tanah (sektor pertanian). Kemudian Desa Kranggan yang memiliki kekuatan di api (pandai besi). Lalu Sidowayah sendiri adalah kekuatannya pada air (wisata air),” ujar Hartoyo.

Salah satu pengunjung, Rofi, 40, asal Kecamatan Polanharjo, menyambut positif dengan bertambahnya wahana pada destinasi wisata edukasi Kampung Dolanan Sidowayah.

“Kalau sekarang kan sudah jarang ada permainan tradisional untuk anak-anak. Apalagi dengan permainan yang ditawarkan menjadikan anak-anak bisa lepas dari gadget. Jadi bisa bermain bersama-sama dengan teman-temannya,” ucapnya. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
kampung dolanan sidowayah klaten omzet ekonomi warga pendapatan