RADARSOLO.COM-Kebakaran kembali melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Troketon di Kecamatan Pedan, Klaten, Selasa (1/9/2026) siang.
Peristiwa tersebut menjadi kebakaran kedua yang melanda TPA tersebut dalam sebulan terakhir, setelah kejadian serupa terjadi pada awal Agustus lalu.
Laporan kejadian masuk ke Damkar Satpol PP Klaten sekitar pukul 12.20.
Kebakaran melanda zona landfill 1 dengan luas area terdampak sekitar 150-200 meter persegi.
Baca Juga: Mubaligh Hijrah Santri Ponpes Dimsa Sragen, Tebar Kepedulian Lewat Air Bersih
Tim gabungan dari Damkar Klaten, BPBD, relawan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bergerak cepat ke lokasi.
Proses pemadaman intensif membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam hingga api berhasil dikendalikan dan dipadamkan total sekitar pukul 15.00.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP dan Damkar Klaten Sumino menjelaskan bahwa petugas sempat menghadapi kendala di awal proses pemadaman.
"Untuk hambatan yang kami hadapi di awal tadi adalah kekurangan air karena hidran debit airnya kecil saat siang. Namun, selepas teman-teman mengambil pompa air dan menyuplai air dari sungai, kontinuitas pemadaman berjalan lancar," ujar Sumino ditemui di lokasi, Selasa (1/9/2026).
Selain kendala air, medan di lokasi kejadian cukup menyulitkan petugas.
Baca Juga: Pedestrian Nonongan-Coyudan Dibongkar, Penataan Rp 11 Miliar Dikebut
Yakni tumpukan sampah di lokasi mencapai ketinggian kurang lebih 12 meter.
Ditambah kecuraman tebing pada area yang terbakar dengan kemiringan ekstrem mencapai 70 derajat sehingga rawan longsor.
Petugas Damkar Klaten sempat meminta operasional alat berat dihentikan sementara selama pemadaman.
Guna mencegah tumpukan bara api tertutup sampah di bagian dalam yang berpotensi menyala kembali.
“Total armada yang dikerahkan dalam penanganan kebakaran meliputi tiga unit armada Damkar Klaten dan 1 unit tangki dari Kecamatan Juwiring. Ditambah empat unit tangki dari BPBD Klaten dengan total 15 personel Damkar yang diterjunkan,” ujar Sumino.
Baca Juga: KUHAP Baru Wajibkan Pemeriksaan Tersangka Direkam CCTV
Sumino menjelaskan, untuk dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari perambatan api pembakaran sampah atau lahan di luar pagar TPA.
Cuaca panas ekstrem dan angin kencang membuat api cepat merambat masuk ke area tumpukan sampah kering.
Damkar Klaten juga mengimbau warga masyarakat agar tidak membakar lahan secara terbuka selama musim kemarau.
Jika terpaksa harus melakukan pembersihan, warga diminta membuat sekat bakar dan tetap waspada.
Kepala DLH Klaten Suryanto mengonfirmasi titik awal api memang terlihat di bagian terluar zona landfill 1.
"Titik api awal terlihat di pinggir zona landfill 1. Sebagai langkah antisipasi ke depan, sampah-sampah kering dan ilalang di sekitar pagar akan segera kami bersihkan untuk meminimalisir potensi kebakaran berulang," kata Suryanto.
Insiden tersebut menambah catatan kebakaran di TPA Troketon.
Sebelumnya pada Sabtu (1/8/2026), kebakaran hebat melanda zona yang sama dan menghanguskan area seluas 1,5 hektare dengan ketinggian tumpukan sampah mencapai 12–15 meter.
Pada kejadian pertama tersebut, pemadaman berlangsung maraton selama 15 jam hingga Minggu (2/8/2026) pagi. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com