RADARSOLO.COM-Pemkab Klaten terus berupaya merumuskan solusi jangka panjang untuk mengakhiri krisis air bersih tahunan yang melanda wilayah lereng Gunung Merapi. Khususnya di wilayah Kecamatan Kemalang.
Selain rutin mendistribusikan bantuan air bersih melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkab Klaten kini menyiapkan langkah permanen melalui pembangunan sumur dalam dan optimalisasi sumber air yang ada.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan, beberapa desa di Kecamatan Kemalang menjadi langganan krisis air bersih saban musim kemarau.
Baca Juga: Jalani Survei Akreditasi LARS DHP, Bupati Setyo Sukarno Minta RSUD Wonogiri Utamakan Mutu Pelayanan
Pada tahun ini, terdapat empat desa terdampak kekeringan di Kemalang, yakni sebagian Desa Sidorejo, Kendalsari, Tlogowatu, dan Tegalmulyo.
Selain di lereng Merapi, krisis air bersih juga berdampak pada Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom dan Desa Kaligayam, Kecamatan Wedi.
Untuk memenuhi kebutuhan harian warga terdampak, BPBD Klaten rutin menyalurkan sekitar 15 tangki air bersih setiap hari ke bak-bak penampungan umum.
Pasokan itu didukung oleh alokasi APBD serta bantuan corporate social responsibility (CSR) dari berbagai pihak swasta dan pemangku kepentingan.
Guna menghentikan ketergantungan pada dropping air bersih, Pemkab Klaten menginisiasi kerja sama pemanfaatan Stasiun Air Dewan Dakwah yang berlokasi di Desa Bumiharjo, Kemalang.
Bupati Klaten Hamenang menjelaskan, lokasi sumur tersebut berada di dataran yang lebih rendah.
Baca Juga: Dampak Kekeringan Meluas Hingga 11 Kecamatan, BPBD Boyolali Grojok 2,5 Juta Liter Air Bersih
Maka itu air perlu dipompa bertahap ke tempat yang lebih tinggi sebelum didistribusikan ke permukiman warga.
“Alhamdulillah, kita bisa berkomunikasi dengan Dewan Dakwah Indonesia dan mereka sudah acc. Sumur yang mereka miliki insyaallah airnya akan kita naikkan kurang lebih 1,5 km ke penampungan di tengah, baru ditarik lagi ke atas untuk mengaliri Desa Sidorejo dan Kendalsari,” ujar Hamenang, Selasa (1/9/2026)
Proses pengerjaan jaringan pipa dan integrasi air tersebut ditargetkan mulai berjalan tahun ini.
Sementara itu, untuk penanganan krisis air di Desa Tlogowatu dan Tegalmulyo, Pemkab Klaten bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk pembuatan sumur dalam baru.
Baca Juga: Sambung Rasa di Karangduren Klaten, Bupati Hamenang Serap Aspirasi dan Dorong Penguatan Potensi Desa
“Insya Allah dalam waktu dekat pengerjaannya dimulai. Harapan kita, tahun depan permasalahan krisis air bersih di wilayah Kemalang sudah clear 100 persen,” tambah Hamenang.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Klaten Syahruna membenarkan bahwa langkah terobosan tersebut disiapkan sebagai penanganan permanen agar ke depan tidak ada lagi wilayah yang bergantung pada pasokan tangki air.
Ia memaparkan bahwa saat ini sebagian wilayah Desa Sidorejo sebenarnya sudah teraliri air dari Sumber Bebeng.
Hadirnya sumur dari Dewan Dakwah ini nantinya akan memperluas cakupan layanan air bersih di Sidorejo dan Kendalsari secara menyeluruh.
“Untuk yang Tlogowatu, rencananya juga akan ada penambahan sekitar 350 Sambungan Rumah (SR) PDAM pada Oktober mendatang,” jelas Syahruna. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com