Lewat Kerja Sama Pemkab Klaten–Bintan, Beras Rojolele hingga Lurik Siap Bidik Pasar Singapura–Malaysia

Angga Purenda • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 13:21 WIB
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kemitraan dan Pengembangan Produk Unggulan UMKM antara Pemkab Klaten dan Pemkab Bintan, Senin (31/8/2026). (Dokumentasi Bagian Prokopim Setda Klaten)
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kemitraan dan Pengembangan Produk Unggulan UMKM antara Pemkab Klaten dan Pemkab Bintan, Senin (31/8/2026). (Dokumentasi Bagian Prokopim Setda Klaten)

RADARSOLO.COM-Pemkab Klaten dan Pemkab Bintan, Kepulauan Riau resmi memperkuat kerja sama antardaerah dalam pengembangan produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kemitraan dan Pengembangan Produk Unggulan UMKM oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Bupati Bintan Roby Kurniawan, Senin (31/8/2026).

Penandatanganan PKS tersebut merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati sebelumnya terkait kewenangan umum pemerintah daerah.

Baca Juga: Sambung Rasa di Karangduren Klaten, Bupati Hamenang Serap Aspirasi dan Dorong Penguatan Potensi Desa

Kerja sama itu digagas untuk membuka ruang kolaborasi, khususnya dalam bentuk promosi dan pemasaran produk unggulan dari kedua wilayah.

Posisi geografis Kabupaten Bintan yang strategis di kawasan perbatasan serta berdekatan langsung dengan Singapura dan Malaysia diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi produk unggulan Klaten menuju pasar internasional.

Bupati Klaten Hamenang menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab Bintan atas keterbukaan dalam menjalin kemitraan antardaerah.

Menurutnya, kolaborasi tersebut lahir dari tindak lanjut komunikasi yang sebelumnya diprakarsai oleh gubernur kedua provinsi.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati, Ibu Wakil Bupati beserta jajarannya. Hari ini kita bisa menindaklanjuti pertemuan beberapa bulan lalu yang digagas oleh gubernur kita. Setelah kami hadir dan bersilaturahmi di Bintan, nampaknya banyak hal yang ke depan bisa kita kerjasamakan," ujar Hamenang saat kunjungannya ke Pemkab Bintan, Senin (31/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Hamenang memaparkan berbagai potensi produk unggulan Klaten.

Baca Juga: Tindak Lanjut Aspirasi Warga, Bupati Klaten Cek Langsung Pengaspalan Ruas Jalan Trucuk-Kalikebo

Salah satu yang paling menonjol adalah komoditas beras varietas Rojolele Delanggu yang menjadi ikon pertanian Klaten.

Ia berharap beras unggulan tersebut dapat dikolaborasikan untuk memenuhi kebutuhan pasar Bintan maupun diekspor ke Singapura dan Malaysia.

Selain sektor pertanian, Klaten juga mengandalkan sektor wastra dan kerajinan, seperti batik tulis dan kain lurik khas Klaten yang telah menembus pasar internasional.

Produk potensial lainnya meliputi handicraft, mebel atau furnitur, serta industri cor logam.

"Kami melihat posisi Bintan ini sangat strategis sehingga bisa menjadi hub dari beberapa kabupaten untuk kemudian bisa mengekspor produk-produknya," kata Hamenang.

Tak hanya mendorong produk Klaten ke luar negeri, Hamenang menekankan bahwa kerja sama tersebut bersifat dua arah.

Baca Juga: Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Klaten Khidmat: Bupati Hamenang Ajak Mendoakan Korban Gempa NTT dan Kuatkan Persatuan

Produk unggulan dari Bintan juga akan dibuka akses pasarnya di Kabupaten Klaten melalui pola cross selling.

Langkah inovatif tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah di tengah keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat.

"Harapan kami ke depan tentu bisa terjadi cross selling antara Bintan dan Klaten sehingga kita bisa saling menguatkan. Di tengah situasi hari ini, kalau hanya mengandalkan dana dari pusat jauh dari kata cukup. Kita harus kreatif bersama-sama agar kemandirian fiskal di wilayah ini bisa terjaga dan berkembang," tegas Bupati Hamenang.

Sementara itu, Bupati Bintan Roby Kurniawan menyambut baik sinergi tersebut. Roby menjelaskan bahwa Bintan didukung oleh fasilitas kawasan Free Trade Zone (FTZ).

Begitu juga kawasan pariwisata terpadu Lagoi serta kawasan industri yang menjadi motor penggerak percepatan investasi dan perdagangan.

"Bintan ini memang dianugerahi letak yang strategis, dekat dengan Singapura dan Malaysia. Alhamdulillah kita juga memiliki free trade zone di Kabupaten Bintan, termasuk kawasan pariwisata terpadu di Lagoi dan kawasan industri," jelas Roby.

Selain membuka peluang akses pasar internasional bagi produk UMKM Klaten, Pemkab Bintan juga menyambut peluang untuk saling belajar dan bertukar potensi demi kemajuan kedua daerah.

Baca Juga: Sambung Rasa di Ngawen Klaten, Bupati Hamenang Resmikan Sanggar Seni dan Serap Aspirasi Soal Kerusakan Jalan

"Semoga kerja sama ini terus berkesinambungan, UMKM maju dan berkembang hingga ke mancanegara," tambah Roby.

Melalui penandatanganan PKS ini, kedua Pemkab berkomitmen agar kolaborasi tidak berhenti di atas kertas.

Melainkan ditindaklanjuti dengan aksi nyata, mulai dari promosi bersama, perluasan jaringan bisnis hingga pembukaan rantai pasok.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, menggairahkan sektor pariwisata serta mendongkrak pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat di Klaten maupun Bintan. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
pemkab bintan kerja sama beras rojolele lurik Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo