Sambung Rasa di Joho Prambanan, Bupati Klaten Serap Aspirasi soal Akses Desa hingga Pemanfaatan Bekas TPS

Angga Purenda • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 13:23 WIB
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat melakukan dialog dengan warga Desa Joho, Kecamatan Prambanan dalam acara Sambung Rasa (Angga Purenda/Radar Solo) 
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat melakukan dialog dengan warga Desa Joho, Kecamatan Prambanan dalam acara Sambung Rasa (Angga Purenda/Radar Solo) 

RADARSOLO.COM- Pemerintah Kabupaten Klaten kembali menggelar kegiatan Sambung Rasa dengan menyapa masyarakat di Desa Joho, Kecamatan Prambanan, Kamis (3/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo turut memboyong sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar kendala warga dapat direspons dengan cepat.

Kegiatan diawali dengan aksi panen lele, melon dan jagung sebagai bentuk pengenalan potensi ketahanan pangan lokal yang dikembangkan warga setempat.

Sambung Rasa menjadi sarana Pemkab Klaten untuk mendekatkan pelayanan publik, menyerahkan bantuan, sekaligus menyerap aspirasi secara langsung.

Dalam forum tersebut, Kepala Desa Joho Yulis Tanto menyampaikan dua poin utama yang menjadi perhatian Pemerintah Desa Joho. Pertama, terkait terhambatnya akses jalan menuju desa akibat dampak pembangunan jalan tol.

Kondisi jalan yang menyempit membuat bus pariwisata tidak dapat melintas, sehingga akses menjadi terbatas untuk menuju ke Desa Joho yang sebelumnya merupakan desa wisata.

"Dulu Desa Joho ini merupakan desa wisata. Namun karena adanya tol, akses jalan kami menjadi terhalang. Akses untuk kendaraan, terutama bus, jadi tidak bisa lewat. Kami mohon bantuan agar jalan tersebut bisa dilebarkan," kata Yulis.

Aspirasi kedua yang disampaikan menyangkut lahan aset Pemkab Klaten di Desa Joho yang dulunya digunakan sebagai Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Pihak desa berharap aset tersebut dapat ditangani agar berdaya guna bagi masyarakat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Hamenang menyatakan Pemkab Klaten akan menjembatani komunikasi antara pemerintah desa dengan pihak pengelola jalan tol terkait pelebaran jalan.

"Pemkab Klaten sendiri tidak bisa (eksekusi langsung) karena bukan yang berwenang. Nanti kami akan bantu komunikasikan dengan pihak PT JMJ," terang Hamenang.

Sementara untuk aset bekas TPS, Pemkab Klaten berencana melakukan pengecekan ke lokasi terlebih dahulu. Mas Hamenang memproyeksikan lahan tersebut untuk dialihfungsikan menjadi sarana publik jika memungkinkan.

"Terkait salah satu aset Pemda bekas tempat pembuangan sampah, nanti akan kita cek seperti apa. Kalau memungkinkan, akan kita urug sehingga bisa menjadi lapangan," tuturnya.

Selain menampung aspirasi, Hamenang juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Desa Joho dalam mengelola Bantuan Keuangan (Bankeu) desa yang digunakan untuk membangun lapangan mini soccer. Saat ini, pengerjaannya telah mencapai kurang lebih 80 persen.

Bupati juga memuji diversifikasi pangan yang berhasil dijalankan warga Desa Joho. Menurutnya, potensi pangan setempat tidak lagi bertumpu pada beras semata, melainkan sudah mencakup jagung, buah-buahan hingga komoditas perikanan seperti lele.

“Saya berharap potensi ini terus dipacu agar menjadi penggerak ekonomi warga yang lebih luas,” ucapnya.(ren)

Editor : Nur Pramudito
Sumber : Radar Solo
Hamenang Wajar Ismoyo klaten bupati klaten