Hadiri Rakorda, Bupati Hamenang Paparkan Strategi dan Inovasi Tekan Angka Kemiskinan di Klaten

Angga Purenda • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 12:47 WIB
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Graha Wisata Niaga, Kota Surakarta, Jumat (4/9/2026). (Dokumentasi Bagian Prokopim Setda Klaten)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Graha Wisata Niaga, Kota Surakarta, Jumat (4/9/2026). (Dokumentasi Bagian Prokopim Setda Klaten)

RADARSOLO.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten terus memperkuat strategi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem melalui berbagai program intervensi terintegrasi.

Langkah itu menyasar tiga aspek utama yakni pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan hingga pengurangan kantong kemiskinan.

Hal tersebut dipaparkan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Graha Wisata Niaga, Kota Surakarta, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga: Bupati Klaten Kunjungi MIM Cetan dan Sidak SPPG Kurung Ceper Usai Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG

Bupati Hamenang mengakui angka kemiskinan di wilayahnya masih berada di atas rata-rata yang diharapkan.

Kendati demikian, berbagai langkah intervensi kolektif yang dilakukan bersama Pemprov Jawa Tengah mulai menunjukkan tren positif.

“Data dari tingkat provinsi, angka kemiskinan Kabupaten Klaten termasuk tinggi, sekitar 11 persen. Tetapi kami terus berjuang dari angka yang cukup tinggi. Selama setahun kami melakukan intervensi bersama-sama, atas arahan bapak gubernur, alhamdulillah mulai turun 1,04 persen sehingga tahun kemarin bisa menjadi 11 persen,” ujarnya.

Pemkab Klaten menargetkan penurunan angka kemiskinan sekitar satu persen secara konsisten setiap tahunnya.

Jika ditarik dari rekam jejaknya, persentase penduduk miskin Klaten yang sempat menyentuh 16,71 persen pada 2012 berhasil ditekan secara bertahap hingga berada di kisaran 11 persen.

“Meskipun sudah turun banyak, karena starting point-nya tinggi, kami harus mengejar ketertinggalan,” tegasnya.

Sementara itu, angka kemiskinan ekstrem di Klaten per 2025 tercatat turun hingga 0,25 persen. Adapun Garis Kemiskinan (GK) per kapita di Kabupaten Klaten berada pada angka Rp 533.141 per orang.

Konsentrasi kelompok kemiskinan ekstrem (desil 1 dan 2) mayoritas berada di wilayah padat penduduk, seperti Kecamatan Trucuk dan Bayat.

Guna menekan angka kemiskinan secara efektif, Pemkab Klaten menerapkan tiga strategi mendasar yang dieksekusi secara lintas sektor.

Mulai dari pengurangan beban pengeluara masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat dan pengurangan kantong kemiskinan.

Hamenang menegaskan, ketiga strategi ini tidak bisa dibebankan pada satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saja.

“Seperti yang selalu disampaikan bapak gubernur, tidak ada yang bisa hebat sendirian. Harus ada yang namanya super tim. Maka super tim seperti ini yang kemudian kami bangun di Kabupaten Klaten,” tuturnya.

Baca Juga: Sambung Rasa di Joho Prambanan, Bupati Klaten Serap Aspirasi soal Akses Desa hingga Pemanfaatan Bekas TPS

Di sektor infrastruktur, Pemkab Klaten mengusung konsep Jalan Alus, Padang, dan Banyu Lancar. Khusus program Banyu Lancar, fokus tidak hanya pada pemenuhan air bersih warga, tetapi juga keterjaminan pasokan air untuk irigasi pertanian.

“Kita daerah pertanian. Kalau irigasi tidak baik, otomatis hasil pertaniannya juga tidak baik,” terang Mas Hamenang.

Berbagai inovasi sektor riil dan ketenagakerjaan turut digulirkan Pemkab Klaten. Di antaranya pemberdayaan pemuda melalui pemberian insentif bagi desa yang Karang Tarunanya mampu mengembangkan unit usaha potensial.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Abdul Muhaimin Iskandar meninjau stan UMKM dari Kabupaten Klaten di Graha Wisata Niaga, Kota Surakarta, Jumat (4/9/2026). (Dokumentasi Bagian Prokopim Setda Klaten)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Abdul Muhaimin Iskandar meninjau stan UMKM dari Kabupaten Klaten di Graha Wisata Niaga, Kota Surakarta, Jumat (4/9/2026). (Dokumentasi Bagian Prokopim Setda Klaten)

Pada sektor pertanian dengan penyediaan sarana produksi, pelatihan pupuk organik dan bantuan bibit. Termasuk pembinaan kelompok tani bersama Pemprov Jateng untuk menjaga produktivitas di tengah penyusutan lahan.

Sedangkan di sektor ketenagakerjaan dengan mengoptimalkan penggunaan portal Sistem Informasi Ketenagakerjaan Sikendi Klaten. Hasil kolaborasi dengan pusat, provinsi, dan swasta untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha.

“Untuk penguatan UMKM dan ekspor terdapat program bela beli produk UMKM, business matching serta perluasan pasar luar daerah dan internasional. Klaten sukses menjajaki kerja sama Sister City dengan Nanjing (Tiongkok) serta bermitra dengan Bintan sebagai pintu masuk pasar Singapura dan Malaysia,” jelasnya.

Sementara itu, langkah agresif dan penuh inovasi Pemkab Klaten mendapat apresiasi langsung dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Abdul Muhaimin Iskandar yang hadir dalam rakor pengentasan kemiskinan tersebut.

Menurutnya, pendekatan terintegrasi yang dipimpin kepemimpinan muda memberi warna baru dalam percepatan penanganan kemiskinan.

Baca Juga: Bupati Klaten Rotasi 137 Pejabat, Diminta Berani lakukan Perbaikan dan Berinovasi

“Saya menangkap bahwa ini banyak inovasinya. Kerjanya juga agresif, gercep. Karena bupatinya muda, jadi banyak inovasi yang diberikan bagi masyarakat,” ungkap Muhaimin.

Dukungan tersebut menjadi amunisi tambahan bagi Pemkab Klaten untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Demi memastikan seluruh program penanganan kemiskinan berjalan tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
rakorda angka kemiskinan kemiskinan ekstrem Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo