RADARSOLO.COM-Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Klaten bersama Pemkab menyepakati langkah tegas guna mencegah terulangnya kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah itu diambil berkaca dari insiden yang menimpa 64 siswa di MIM Srebegan dan MIM Cetan, Kecamatan Ceper, pada Kamis (3/9/2026).
Salah satu komitmen utama yang disepakati adalah memperketat pengawasan dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di seluruh Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah Klaten.
Baca Juga: Tindak Lanjuti Keluhan Warga Soal Balap Liar, Polres Boyolali Gelar Patroli Skala Besar
Korwil BGN Kabupaten Klaten Yoga Angga Pratama mengungkapkan bahwa saat ini ada dua SPPG yang dihentikan sementara operasionalnya.
Pertama, SPPG Kurung di Kecamatan Ceper yang menjadi penyedia MBG bagi MIM Cetan dan MIM Srebegan.
Penghentian ini sembari menunggu surat keputusan penghentian sementara dari BGN Pusat.
Termasuk menunggu hasil lab dari pengujian sampel makanan yang membutuhkan waktu lima hingga tujuh hari. Sebelum melaporkannya secara resmi ke BGN Pusat.
Kedua, SPPG Barepan di Kecamatan Cawas yang sebelumnya terlibat dalam insiden dugaan keracunan 178 siswa SD IT Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas pada pertengahan Agustus 2026.
"Saya dengan Pak Bupati membuat komitmen kembali untuk memperketat monitoring wilayah. Monitoring itu untuk mengawasi atau mensidak tiap-tiap SPPG melalui koordinator BGN tingkat kecamatan bersama pihak Forkopimcam," jelas Yoga saat ditemui di SPPG Kurung Ceper, Jumat (4/9/2026).
Baca Juga: Masuk Kamar Tak Terkunci, Pemuda di Puhpelem Wonogiri Ditangkap Polisi Usai Gasak HP Warga
Ia menambahkan, meski para siswa di Cawas yang sempat mengeluhkan sakit perut telah pulih dan kembali bersekolah tanpa ada yang menjalani rawat inap, evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Barepan tetap berjalan. Termasuk operasionalnya belum diizinkan kembali.
Guna mengawasi operasional dapur penyedia MBG, BGN Klaten berkoordinasi intensif dengan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo untuk membentuk mekanisme pengawasan berjenjang di tingkat bawah.
Pengawasan ketat ini menjadi penting karena jangkauan program MBG di Kabupaten Klaten yang terbilang masif.
Saat ini terdapat 153 SPPG yang beroperasi untuk melayani sekitar 300.100 penerima manfaat.
Baca Juga: Penerbangan Solo–Jakarta Batal Serentak, Calon Penumpang Penuhi Ruang Tunggu Bandara Adi Soemarmo
Cakupan tersebut meliputi siswa sekolah, tenaga pendidik hingga kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan bakal menginstruksikan jajaran Forkopimcam serta Puskesmas di tiap kecamatan untuk turun langsung melakukan mitigasi dan pengawasan secara rutin ke SPPG di wilayah masing-masing.
"Niat program Bapak Presiden ini sangat bagus untuk mencerdaskan anak-anak kita. Jangan sampai masalah teknis di lapangan justru menimbulkan trauma bagi anak-anak," tegas Hamenang.
Hamenang berharap melalui monitoring yang dilakukan bersinergi antara BGN, Pemkab Klaten, Forkopimcam dan Puskesmas, menjadikan seluruh SPPG di Klaten dapat menjalankan standar higienitas.
Termasuk keamanan pangan secara ketat sehingga kualitas serta keamanan menu MBG bagi masyarakat dapat terjamin.(ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com