RADARSOLO.COM-Memasuki musim kemarau, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, yang berada di Lereng Merapi terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan air bersih harian.
Dalam dua bulan terakhir, pasokan air mandiri maupun aliran jaringan dari sumber Bebeng, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai mengecil dan tidak mencukupi kebutuhan warga.
Meskipun bantuan dropping air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten juga mengalir.
Guna mencukupi kebutuhan pokok harian hingga konsumsi ternak, sebagian besar warga terpaksa membeli air bersih yang didatangkan menggunakan armada truk tangki.
Salah seorang warga Desa Sidorejo, Proyo, 50, menuturkan bahwa kondisi kekurangan air sudah dirasakan warga sejak dua bulan terakhir.
Debit air dari sumber Bebeng yang mengalir ke wilayahnya kini menyusut drastis.
“Sudah dua bulan ini mulai beli air. Aliran dari Bebeng ada, tapi kecil sekali. Jadi untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum, masak, cuci, sampai ngombor (pakan basah) sapi ya kurang kalau cuma mengandalkan itu,” ujar Proyo, Selasa (1/9/2026)
Untuk menutup kekurangan air bersih tersebut, warga harus membeli air tangki secara berkala.
Harga air bersih bervariasi tergantung kapasitas tangki yang dipesan.
Untuk ukuran 5.000-6.000 liter dibanderol Rp170 ribu per tangki. Sedangkan untuk ukuran 8.000 liter seharga Rp230 ribu per tangki.
Satu tangki air biasanya hanya bertahan sekitar dua minggu hingga satu bulan, tergantung jumlah anggota keluarga dan ternak yang dimiliki.
Senada dengan Proyo, warga Sidorejo lainnya, Sumiten, 50, mengaku harus membeli air bersih tiap dua minggu sekali untuk kebutuhan mandi, cuci, dan konsumsi.
Hadirnya bantuan droping air bersih dari BPBD yang disalurkan langsung Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo pada Selasa (1/9/2026) pun disambut gembira oleh warga karena mampu meringankan beban pengeluaran mereka.
“Senang sekali ada bantuan air ini. Sangat membantu mengurangi biaya beli air. Matur nuwun Pak Bupati,” ungkap Asmi.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten periode 15 Juni-31 Agustus 2026, ancaman kekeringan telah melanda sembilan desa yang tersebar di lima kecamatan.
Meliputi Desa Tlogowatu, Tegalmulyo, Kendalsari dan Sidorejo di Kecamatan Kemalang.
Kemudian Desa Burikan dan Bawak di Kecamatan Cawas. Ditambah Desa Bandungan di Kecamatan Jatinom.
Begitu juga Desa Kaligayam di Kecamatan Wedi dan Desa Wiro di Kecamatan Bayat.
Total penyaluran droping air bersih oleh BPBD Klaten dan Corporate Social Responsibility (CSR) selama periode tersebut mencapai 708 tangki atau setara 3.536.000 liter, yang menjangkau 4.874 Kepala Keluarga (KK) atau 16.499 jiwa.
Baca Juga: Tindak Lanjuti Keluhan Warga Soal Balap Liar, Polres Boyolali Gelar Patroli Skala Besar
Kepala Pelaksana BPBD Klaten Syahruna menjelaskan, langkah terobosan tengah disiapkan sebagai penanganan permanen agar ke depan tidak ada lagi wilayah yang bergantung pada pasokan tangki air.
Ia memaparkan bahwa saat ini sebagian wilayah Desa Sidorejo sebenarnya sudah teraliri air dari Sumber Bebeng.
Tetapi hendak diupayakan melalui pemanfaatan sumur dari Dewan Dakwah yang nantinya akan memperluas cakupan layanan air bersih di Sidorejo secara menyeluruh. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com