Tiga Bulan Krisis Air, Warga Lereng Merapi Klaten Terpaksa Beli Rp320 Ribu per Tangki

Angga Purenda • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 17:17 WIB
Penyaluran bantuan dropping air bersih di Dusun Grintingan, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Selasa (8/9/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)
Penyaluran bantuan dropping air bersih di Dusun Grintingan, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Selasa (8/9/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Tiga bulan tanpa pasokan air yang memadai membuat warga Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian bahkan terpaksa merogoh kocek hingga ratusan ribu rupiah hanya untuk membeli satu tangki air bersih.

Kondisi tersebut dirasakan Darso, 56, warga Tegalmulyo. Pasokan dari sumber mata air di kawasan lereng Gunung Merapi tak lagi mampu mencukupi kebutuhan lima anggota keluarganya dan lima ekor sapi yang dipelihara.

Untuk mendapatkan air bersih, Darso harus membeli satu tangki berkapasitas sekitar 6.000 liter seharga Rp320 ribu. Air sebanyak itu hanya mampu bertahan sekitar satu bulan.

Baca Juga: Dana Desa Menyusut, Desa Joho Bangun Mini Soccer Rp 780 Juta

“Satu tangki (6.000 liter) harganya Rp320 ribu, itu hanya cukup untuk satu bulan. Uang untuk beli air bersih itu dari pendapatan hasil kebun karena orang sini tidak ada yang kerja ke kota,” ujar Darso saat ditemui di kediamannya, Selasa (8/9/2026).

Bantuan dropping air dari BPBD Klaten sebenarnya rutin diterima warga. Namun, pasokan tersebut harus dibagi dengan warga lainnya sehingga belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan.

Baca Juga: Atap TK Aisyiyah 39 Keratonan Solo Rawan Ambruk, Hanya Ditopang Bambu

Karena itu, bantuan air bersih dari berbagai pihak menjadi penyangga bagi warga yang tengah menghadapi krisis. Salah satunya datang dari Garda Muda Bersinar, organisasi sosial yang dibentuk para pengusaha muda Klaten, bersama Madani Creative.

Pada Selasa (8/9), kedua pihak menyalurkan sekitar 70 ribu liter air bersih menggunakan 10 armada tangki ke wilayah Tegalmulyo.

Bantuan tersebut disambut lega warga. Bagi Darso, tambahan pasokan air berarti pengeluaran untuk membeli air dapat ditekan, baik untuk kebutuhan keluarga maupun ternak.

Baca Juga: Atap TK Aisyiyah 39 Keratonan Solo Rawan Ambruk, Hanya Ditopang Bambu

“Alhamdulillah, kami mengucapkan banyak terima kasih. Masih ada orang-orang baik yang mau membantu air bersih untuk warga di sini,” ungkapnya.

Ketua RT 20/RW 06 Desa Tegalmulyo Rahmadi mengatakan krisis air di wilayahnya telah berlangsung sekitar tiga bulan. Sedikitnya 77 KK atau sekitar 224 jiwa di wilayah RT tersebut terdampak.

“Selama ini warga hanya mengandalkan bantuan. Kalau tidak ada bantuan, ya terpaksa beli satu tangki seharga Rp300 ribu-Rp350 ribu. Untuk keluarga besar, satu tangki paling hanya bertahan 10 hari. Kalau keluarga kecil sekitar 15 sampai 20 hari,” jelas Rahmadi.

Persoalan semakin berat karena sumber mata air berada di lokasi yang sulit dijangkau. Debitnya kecil, sedangkan sumber air berada di tengah tebing curam sekitar satu kilometer dari permukiman.

Warga telah berupaya menyambungkan pipa paralon dari sumber mata air. Namun, debit yang terbatas membuat aliran tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan ratusan warga.

“Harapan kami bantuan air bersih seperti ini bisa terus mengalir untuk meringankan beban warga. Khususnya di Dusun Grintingan,” ujarnya.

Warga juga berharap pemerintah maupun pihak lain membantu menyediakan bak penampungan air bersih berkapasitas besar. Menurut Rahmadi, persoalan utama bukan hanya ketersediaan air, tetapi juga keterbatasan tempat untuk menyimpan cadangan.

Saat musim hujan, air sebenarnya melimpah. Namun, warga kesulitan menampungnya dalam jumlah besar untuk digunakan ketika kemarau tiba.

“Kalau musim hujan sebenarnya air melimpah, tapi kami terkendala wadah penampungannya yang terbatas,” katanya.

Ketua Garda Muda Bersinar Dian Mardestiya mengatakan penyaluran air tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap warga lereng Merapi yang sebagian masih mengandalkan air hujan sebagai sumber cadangan.

Saat kemarau, cadangan air mengering sehingga kebutuhan harian warga semakin sulit dipenuhi.

“Untuk kegiatan kali ini, kami menyalurkan sekitar 70 ribu liter air bersih yang dibawa menggunakan 10 armada tangki. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga Desa Tegalmulyo dalam memenuhi kebutuhan harian mereka,” ujar Dian.

Dropping air bersih tersebut menjadi program pertama Garda Muda Bersinar untuk membantu penanganan kekeringan di wilayah lereng Merapi. Sebelumnya, organisasi tersebut aktif dalam sejumlah kegiatan sosial, seperti Gerakan Klaten Berbagi dan kolaborasi bersama komunitas ojek online. (ren)

Editor : Kabun Triyatno
ternak bantuan kemarau Air Bersih warga