BPBD Klaten Salurkan 3,8 Juta Liter Air Bersih ke 10 Desa Terdampak Kekeringan, Bupati Hamenang Turun Tangan

Angga Purenda • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 21:58 WIB
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat menyalurkan bantuan dropping air bersih di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Selasa (1/9/2026). (Dok Bagian Prokopim Setda Klaten)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat menyalurkan bantuan dropping air bersih di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Selasa (1/9/2026). (Dok Bagian Prokopim Setda Klaten)

 

​RADARSOLO.COM - Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Klaten kian dirasakan dampaknya oleh masyarakat. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten telah merespons dengan menyalurkan sebanyak 3.891.000 liter air bersih atau setara dengan 779 tangki selama periode 15 Juni-6 September 2026.

​Bantuan air bersih tersebut didistribusikan bagi 4.956 kepala keluarga (KK) atau 16.744 jiwa penerima manfaat. Tersebar di 10 desa dari 5 kecamatan terdampak kekeringan di Klaten.

Baca Juga: 275 Kebakaran Terjadi di Klaten, 119 Kasus Gara-Gara Bakar Sampah

​Guna memastikan penyaluran air berjalan lancar, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo turun langsung ke lapangan saat di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang pada Selasa (1/9/2026).

Menanggapi permintaan warga di media sosial, Hamenang ikut menyetir sendiri truk tangki air milik BPBD Klaten untuk menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah Kecamatan Kemalang.

​"Sesuai permintaan netizen, sekalian nyetir truk air BPBD untuk dropping air bersih di Kemalang. Ini bentuk intervensi agar masyarakat di sana tidak sampai kekurangan air bersih," ujar Hamenang di akun medsos Instagram-nya @hamenang.

Baca Juga: Tiga Bulan Krisis Air, Warga Lereng Merapi Klaten Terpaksa Beli Rp320 Ribu per Tangki

​Hamenang menjelaskan, dalam sehari setidaknya belasan armada dikerahkan secara bergotong royong lintas instansi demi menanggulangi krisis air di Kota Bersinar.

​"Dropping air bersih ini setiap hari kurang lebih ada 15 tangki air (75.000 liter). Tentu kami bekerja sama dengan beberapa stakeholder untuk bergotong royong bersama dalam mengentaskan kekeringan ini," lanjutnya.

​Ia juga menyampaikan komitmen jangka panjang Pemkab Klaten untuk membenahi jaringan pasokan air agar masalah tahunan tersebut bisa teratasi.

 

​"Semoga ke depan kita bisa menuntaskan permasalahan ini agar masyarakat Klaten tidak ada yang kekurangan air bersih. Tentu perlahan kita benahi infrastruktur yang ada," ujar Hamenang.

Di sisi lain, Hamenang juga mengapresiasi tim BPBD, relawan, PDAM dan masyarakat setempat yang selalu siaga membantu dalam melaksanakan dropping air bersih ke daerah rawan kekeringan.

​Berdasarkan data rekapitulasi BPBD Klaten, Kecamatan Kemalang menjadi wilayah dengan tingkat kebutuhan air bersih tertinggi di lereng Gunung Merapi selama musim kemarau karena mengalami kekeringan.

Baca Juga: Dorong Kemandirian Warga, Program Kapulaga TP PKK Jateng Diyakini Perkokoh Ketahanan Ekonomi Keluarga

Secara rinci, untuk Kecamatan Kemalang sendiri telah dilaksnakan bantuan dropping air bersih sebanyak 707 tangki atau 3.531.000 liter. Tersebar di Desa Tegalmulyo, Kendalsari, Tlogowatu dan Sidorejo.

Sedangkan untuk Kecamatan Cawas telah disalurkan bantuan dropping air bersih sebanyak 12 tangki atau 60.000 liter ke Desa Burikan dan Desa Bawak.

Sementara untuk Kecamatan Jatinom disalurkan bantuan dropping air bersih sebanyak 17 tangki atau 85.000 liter. Hanya didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Desa Bandungan.

Baca Juga: Perangi Bank Plecit, BPR BKK Karangmalang Sragen Gulirkan Kredit Bunga 0 Persen

Untuk kegiatan bantuan dropping air bersih di Kecamatan Wedi telah dilaksanakan Desa Kaligayam sebanyak 24 tangki atau 120.000 liter.

Sementara itu, pelaksanaan Kecamatan Bayat telah bantuan dropping air bersih sebanyak 19 tangki atau 95.000 liter, menyasar Desa Wiro dan Jotangan.

Bantuan dropping air bersih dari BPBD Klaten bersumber dari alokasi APBD dan dikolaborasikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

 

​Dari jalur APBD tercatat sebanyak 771 tangki atau 3.855.000 liter yang disalurkan menggunakan armada lima unit tangki milik BPBD Klaten. Ditambah satu unit armada tangki bantuan Kementerian PU.

​Sementara itu, dukungan melalui jalur CSR menyumbang pasokan tambahan sebesar 8 tangki atau 36.000 liter yang seluruhnya dialokasikan ke Kecamatan Kemalang. 

CSR ini berasal dari BBWS Bengawan Solo sebanyak tiga tangki atau 11.000 liter dan NGO Tanah Air Lestari sebanyak lima tangki atau 25.000 liter. (ren/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
Hamenang Wajar Ismoyo kekeringan dropping air bersih BPBD Klaten