Antisipasi Erupsi Merapi hingga Gempa Bumi, Pemkab Klaten Gelar Rakor Kesiapsiagaan Bencana

Angga Purenda • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 18:32 WIB
Pemkab Klaten menggelar Sosialisasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Potensi Ancaman Bencana Erupsi Merapi, Gempa Bumi dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pendapa Pemkab Klaten, Rabu (9/9/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)
Pemkab Klaten menggelar Sosialisasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Potensi Ancaman Bencana Erupsi Merapi, Gempa Bumi dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pendapa Pemkab Klaten, Rabu (9/9/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM-Pemkab Klaten menggelar Sosialisasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Potensi Ancaman Bencana Erupsi Merapi, Gempa Bumi dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Pendapa Pemkab Klaten pada Rabu (9/9/2026) di tengah ancaman musim kemarau panjang serta potensi aktivitas vulkanik dan tektonik.

Rapat koordinasi (rakor) mitigasi bencana tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Baca Juga: BPBD Klaten Salurkan 3,8 Juta Liter Air Bersih ke 10 Desa Terdampak Kekeringan, Bupati Hamenang Turun Tangan

Sejumlah pakar dan pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Agus Budi Santoso dan Kepala Stasiun Geofisika Kelas I BMKG Sleman Ardhianto Septiadhi.

Begitu juga Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto.

Termasuk menghadirkan perwakilan Polresta Klaten dan Basarnas Surakarta. Termasuk Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten Syahruna.

Acara tersebut diikuti para relawan di tingkat desa dan kecamatan serta para camat se-Kabupaten Klaten.

Termasuk sejumlah perusahaan swasta bagian dari pentahelix.

Dalam paparannya, masing-masing narasumber diberikan waktu 15 menit untuk memberikan gambaran strategis terkait kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana erupsi Gunung Merapi, gempa bumi dan karhutla di wilayah Klaten.

Baca Juga: Hadiri Rakorda, Bupati Hamenang Paparkan Strategi dan Inovasi Tekan Angka Kemiskinan di Klaten

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan bahwa sebelum rakor dimulai, pihaknya bersama Forkopimda dan BPBD telah melakukan peninjauan langsung ke pos pantau Gunung Merapi.

"Alhamdulillah, setelah kami cek secara langsung ke atas, situasi Gunung Merapi saat ini masih relatif baik dan kondusif. Kemudian kita lanjutkan dengan rakor ini untuk memitigasi risiko bencana," ungkap Bupati Hamenang, Rabu (9/9/2026).

Hamenang menjelaskan, kewaspadaan tinggi sangat diperlukan mengingat dinamika alam yang terjadi belakangan ini.

Fenomena El Nino memicu musim kemarau panjang yang berisiko pada terjadinya karhutla dan kekeringan.

Di sisi lain, aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah di Indonesia juga tengah meningkat.

Baca Juga: Bupati Klaten Kunjungi MIM Cetan dan Sidak SPPG Kurung Ceper Usai Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG

Ditambah status dari Gunung Merapi yang masih siaga hingga sangat ini dengan aktivitas erupsinya.

"Kita tahu hari ini kemaraunya panjang, terjadi kebakaran dan kekeringan di beberapa tempat. Ditambah lagi meletusnya beberapa gunung berapi di Pulau Jawa, NTT dan Sumatera. Di Klaten sendiri, kita memiliki potensi risiko erupsi Gunung Merapi, sekaligus keberadaan Sesar Opak yang masih aktif memicu potensi gempa bumi," jelasnya.

Melalui rakor tersebut, Bupati berharap pemahaman aparatur di daerah semakin matang sehingga kesiapsiagaan di tingkat masyarakat bisa ditingkatkan.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Klaten tengah menyiapkan penguatan kapasitas para relawan dan simulasi kebencanaan berskala besar yang akan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan relawan di lereng Merapi

"Insya Allah tidak selesai di sini. Pada tanggal 21, 22, dan 23 (September) kita akan adakan simulasi bencana. Kita tidak tahu kapan bencana akan terjadi, tapi minimal kalau kita semakin siap siaga, jatuhnya korban bisa ditekan seminimal mungkin," tegas Hamenang.

Baca Juga: Sambung Rasa di Joho Prambanan, Bupati Klaten Serap Aspirasi soal Akses Desa hingga Pemanfaatan Bekas TPS

Dalam kesempatan itu, Bupati Hamenang juga memberikan apresiasi tinggi terhadap soliditas jajaran Forkopimda, BPBD, para relawan kebencanaan di Klaten dan stakeholder terkait.

Kekompakan tersebut bahkan berhasil membawa Kabupaten Klaten meraih predikat nomor satu se-Provinsi Jawa Tengah dalam hal kesiapsiagaan bencana.

Hal itu dibuktikan dengan Nilai Indeks Ketahanan Daerah (IKD) dengan skor 0,94 dan berada di peringkat 1 se-Jawa Tengah.

"Tentu ini hal yang sangat membahagiakan dan membanggakan. Bukti kolaborasi yang luar biasa. Namun, kita tidak boleh cepat puas diri karena yang namanya bencana itu tidak bisa ditebak. Semakin sering kita berkoordinasi dan mematangkan mitigasi, dampaknya akan bisa kita minimalisir," pungkasnya. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
gempa bmi rakor kesiapsiagaan bencana mitigasi erupsi merapi Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo