RADARSOLO.COM-Pembangunan berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) kini menjadi fokus strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten.
Komitmen itu ditegaskan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat menerima kunjungan Peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXX Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI di Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) PT Tirta Investama (AQUA Klaten), Rabu (9/9/2026).
Rombongan Lemhannas RI melakukan peninjauan langsung ke fasilitas PLTS industri tersebut bersama jajaran Forkopimda Klaten, Pj Sekretaris Daerah serta jajaran manajemen perusahaan setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Klaten yang akrab disapa Hamenang menyampaikan apresiasinya atas perhatian Lemhannas RI terhadap potensi daerahnya.
Ia menjelaskan, Klaten diapit dua pusat pertumbuhan ekonomi yakni Yogyakarta dan Surakarta.
Sebagian besar wilayahnya berbasis pedesaan dengan sektor andalan pertanian dan pariwisata.
Namun, di tengah keterbatasan fiskal dan efisiensi anggaran nasional hingga tingkat daerah, penataan energi alternatif menjadi hal imperatif yang tak bisa ditawar lagi.
"Dana desa tinggal 30 persen, kemudian kabupaten kita juga terpangkas. Sehingga energi baru terbarukan ini sudah tidak bisa menjadi hal yang ditawar. Implementasinya harus disesuaikan dan kemudian bisa mendukung di Kabupaten Klaten," ujar Bupati Hamenang, Rabu (9/9/2026)
Guna memastikan keseriusan tersebut, Pemkab Klaten telah memasukkan pengembangan EBT ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Baca Juga: Hadiri Rakorda, Bupati Hamenang Paparkan Strategi dan Inovasi Tekan Angka Kemiskinan di Klaten
"Kami memulai dengan PLTS. Bicara ini harus ada aturan terlebih dahulu. Maka kami masukkan di RPJMD kami di pemerintahan kami hari ini," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Hamenang juga memaparkan bahwa geografis Klaten yang terbentang dari lereng Gunung Merapi hingga perbatasan Kabupaten Gunungkidul menyimpan beragam potensi EBT.
Selain pemanfaatan sinar matahari untuk PLTS skala industri seperti di PT Tirta Investama, Klaten juga mengoptimalkan potensi lokal berbasis kemasyarakatan.
Beberapa potensi dan inovasi EBT di Klaten antara lain biogas dari limbah kotoran ternak yang sudah berjalan di Desa Mundu, Kecamatan Tulung.
Kemudian pemanfaatan kelimpahan sumber mata air dan aliran sungai di wilayah Klaten menggunakan sistem turbin untuk menghasilkan energi listrik lokal.
Diakuinya, pengembangan sektor EBT memerlukan investasi yang tidak sedikit.
Oleh karena itu, Pemkab Klaten berkomitmen membuka pintu lebar-lebar bagi pihak swasta dan investor melalui kemudahan regulasi serta skema kolaborasi.
Selain menarik modal luar, efisiensi energi berbasis Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga terus digencarkan sebagai bentuk keteladanan tata kelola energi di lingkungan pemerintahan.
"Intinya kami sudah menuju arah sana. Energi baru terbarukan dibuktikan dengan keseriusan kami memasukkan ini di RPJMD. Kemudian dari beberapa program prioritas juga sudah kami jalankan dengan merangkul stakeholder yang ada di Kabupaten Klaten," pungkasnya. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com