RADARSOLO.COM-Puluhan siswa kelas III dan IV SD Negeri 2 Taskombang, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, harus menjalani aktivitas belajar-mengajar di lokasi tak biasa.
Untuk sementara waktu, para murid memanfaatkan gudang Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) setempat yang berada persis di sebelah gedung sekolah mereka.
Langkah solutif itu diambil menyusul adanya proyek revitalisasi menyeluruh pada bangunan sekolah yang sudah berlangsung sejak pertengahan Agustus 2026.
Proyek yang didanai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tersebut menargetkan perbaikan menyeluruh pada ruang kelas 1 hingga 6.
Termasuk ruang kepala sekolah, toilet, perpustakaan hingga penataan lingkungan sekolah yang ditargetkan rampung pada Desember mendatang.
Kepala SDN 2 Taskombang Hanun Fatoya Agustina menjelaskan, sebelum direvitalisasi, sejumlah sudut bangunan sekolah dalam kondisi rusak dan mengkhawatirkan. Seperti tembok keropos serta atap yang jebol.
Saat proses perbaikan gedung hendak dimulai, pihak sekolah sempat kesulitan mencari lokasi alternatif yang representatif untuk kegiatan belaja mengajar para siswa di sekitar sekolah.
"Awalnya kami mencari rumah warga atau fasilitas umum terdekat, tetapi tidak ada tempat yang cukup luas. Setelah kami survei, gudang KDMP yang baru diresmikan di samping sekolah ternyata belum digunakan secara maksimal. Kami kemudian mengajukan surat izin peminjaman tempat," ujar Hanun ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/9/2026).
Proses peminjaman gudang tersebut dilakukan secara formal melalui Koramil setempat hingga diteruskan ke jajaran terkait.
Saat ini, sebanyak 25 siswa yang terdiri dari kelas III dan IV telah menempati area gudang KDMP sejak akhir Agustus.
Sementara untuk kelas lain disebar di sejumlah lokasi. Seperti kelas I menempati salah satu ruang yang masih layak di bekas gedung SDN 1 Taskombang (sekolah yang sebelumnya diregrouping dengan SDN 2 Taskombang). Sedangkan kelas II menggunakan ruang perpustakaan.
Meski harus belajar di gudang dengan fasilitas seadanya seperti meja, kursi dan papan tulis untuk aktivitas pembelajaran tetap berjalan normal.
Sesuai jam sekolah mulai pukul 07.00 hingga 12.10, dilanjutkan kegiatan les hingga pukul 13.00.
"Kendala teknis tidak ada, kami sangat berterima kasih kepada jajaran TNI dan pihak pengelola yang telah mengizinkan penggunaan fasilitas ini. Tanpa bantuan gudang KDMP, kami tentu akan sangat kebingungan mencari tempat belajar yang aman," tambah Hanun.
Baca Juga: Ulang Tahun ke-15, Honda Bikers Day 2026 Siap Digelar di 4 Pulau Berpuncak di Ambarawa
Dikonfirmasi terpisah, Komandan Kodim (Dandim) 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto membenarkan adanya permohonan izin pemanfaatan gudang KDMP untuk kegiatan belajar-mengajar sementara.
Permohonan tersebut telah dikoordinasikan dan disetujui oleh Direktur Utama Agrinas serta pimpinan terkait.
"Alhamdulillah sudah di-ACC, boleh digunakan untuk kegiatan sekolah hingga Desember mendatang sesuai jadwal selesainya perbaikan gedung sekolah," terang Dandim.
Dandim menegaskan, pemanfaatan gudang koperasi tersebut sama sekali tidak mengganggu operasional utama KDMP.
Gerai pelayanan koperasi tetap berjalan normal karena ruang yang digunakan sekolah merupakan area gudang di bagian belakang.
Baca Juga: KPK Kembali Sambangi Menara Wijaya Sukoharjo, Obok-Obok DPKP Dan BKPSDM
"Prinsipnya fasilitas KDMP bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan masyarakat, termasuk pendidikan. Karena lokasi terdekat dan paling memungkinkan memang hanya gedung KDMP, kami tentu sangat senang keberadaan fasilitas ini bisa membantu menjaga keberlangsung proses belajar siswa," pungkasnya.(ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com