Tak Kuat Menanjak, Kereta Kelinci Rombongan Ibu-ibu PKK Terguling ke Jurang di Bayat Klaten: 2 Luka Berat

Angga Purenda • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 16:52 WIB
Proses evakuasi kereta kelinci di ruas jalan perbatasan Desa Krikilan dan Jotangan, Bayat, Klaten, Minggu (13/9/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)
Proses evakuasi kereta kelinci di ruas jalan perbatasan Desa Krikilan dan Jotangan, Bayat, Klaten, Minggu (13/9/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

​RADARSOLO.COM- Naas dialami rombongan ibu-ibu PKK asal Desa Beji, Kecamatan Pedan, Klaten.

Kereta kelinci yang mereka tumpangi terguling ke dalam jurang sedalam tiga meter saat melintas di jalan perbatasan Desa Krikilan dan Jotangan, Kecamatan Bayat, Klaten, Minggu (13/9/2026) pukul 12.30.

​Peristiwa tersebut terjadi ketika kereta kelinci yang disopiri Sriyanto, 67, melaju dari arah timur (Krikilan) menuju barat dengan tujuan Rowo Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat.

Baca Juga: Hasil Moto3 San Marino 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Terpuruk ke-18

Rombongan sebelumnya telah mengunjungi beberapa objek wisata seperti Watu Plenuk dan Jatayu.

Dikarenakan jalur utama di Jotangan sedang ditutup akibat perbaikan jalan selama tiga minggu terakhir, kereta kelinci terpaksa mengalihkan rute melewati jalur alternatif di Krikilan yang dipenuhi tanjakan curam tersebut.

​Saksi mata di lokasi kejadian, Hanif Wildain, 30, menuturkan, kereta kelinci dua gerbong sudah bersiap mengambil ancang-ancang saat hendak melintasi tanjakan di depan rumahnya di Dusun Mardirejo, Desa Krikilan.

​"Kereta kelinci dari arah timur sudah ancang-ancang pas nanjak pakai gigi dua. Tapi di tengah perjalanan tidak kuat, lalu pindah ke gigi satu. Karena tenaga sudah habis dan penumpang banyak, akhirnya direm. Namun remnya tidak mumpuni, lalu meluncur mundur," ujar Hanif ditemui radarsolo.jawapos.com dikediamannya, Minggu (13/9/2026).

​Saat meluncur mundur, gerbong bagian belakang hilang kendali dan terguling ke jurang perbatasan Desa Jotangan sedalam sekitar tiga meter.

Penumpang yang panik sempat berteriak sebelum gerbong terguling. 

Baca Juga: Tolak Kompensasi Rp250 Ribu Per Meter dari PT KAI, Warga Ledoksari Menanti Kepastian Solusi Pemkot Solo

Sedangkan dua sepeda motor yang berada tepat di belakang kereta kelinci beruntung berhasil menghindar sehingga tidak tertimpa.

​Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung melakukan pertolongan.

Beberapa penumpang dilaporkan terjepit gerbong yang terbalik ke arah kiri.

Sementara gerbong depan selamat karena masih tertahan di badan jalan.

Pengemudi kereta kelinci, Sriyanto, 67, membenarkan jika saat melintasi jalan menanjak memang tidak kuat.  Hingga akhirnya mundur dan menyebabkan satu gerbong terguling di jurang sedalam tiga meter.

Baca Juga: Batik Girilayu Matesih Karanganyar Didorong Go International

"Kalau total ada 50 penumpang, ada ibu-ibu dan anak-anak. Sebelumnya dari Watu Plenuk ke Jatayu dan rencana memang ke Rowo Jombor," ujar Sriyanto.

Ia mengaku, baru pertama kali melintasi ruas jalan menanjak yang ada di perbatasan Desa Krikilan dan Jotangan untuk menuju ke Rowo Jombor.

Hal itu membuatnya belum menguasai secara penuh medan jalan yang dilewati.

​Anggota Unit Gakkum Satlantas Polresta Klaten Aipda Demas Nur Candra membenarkan kejadian tersebut.

Berdasarkan penanganan di lokasi, kereta kelinci tidak kuat menanjak hingga menyebabkan satu gerbong belakang terguling.

​"Korban luka sementara ada tujuh orang yang dilarikan ke RSUD Bagas Waras," jelasnya. 

"Dari tujuh orang tersebut, satu orang menjalani rawat inap dan selebihnya rawat jalan. Sementara dua korban yang mengalami luka berat dirujuk ke Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro Klaten untuk perawatan intensif," lanjutnya.

Polisi memastikan seluruh korban dalam kondisi sadar dan tidak ada korban jiwa.

Saat ini, barang bukti kereta kelinci telah diamankan pihak kepolisian ke Mako Unit Gakkum Satlantas Polresta Klaten untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
kereta kelinci terjun ke jurang bayat klaten rombongan ibu-ibu pkk pedan klaten tak kuat menanjak