Belum Beroperasi, Atap SPPG di Gantiwarno Klaten Malah Diterjang Angin hingga Terbang ke Persawahan

Angga Purenda • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 14:54 WIB
Kondisi atap SPPG di Desa Jogoprayan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten yang diterjang angin kencang, Selasa (15/9/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)
Kondisi atap SPPG di Desa Jogoprayan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten yang diterjang angin kencang, Selasa (15/9/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM- Bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Jogoprayan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten diterjang angin kencang.

Peristiwa pada Selasa (15/9/2026) sekira pukul 12.00 itu mengakibatkan bagian atap bangunan yang terbuat dari material galvalum terangkat dan beterbangan hingga ke lahan persawahan warga.

Berdasarkan pemantauan radarsolo.jawapos.com di lokasi, Rabu (16/9/2026), material galvalum tampak berserakan di sekitar lokasi, termasuk menimpa lahan pertanian di sekitarnya.

Baca Juga: Kronologi Gegeran Warga dengan Kades Kaligentong Boyolali selama 3 Tahun dan Akhirnya Damai

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena gedung dalam keadaan kosong dan belum beroperasi.

Koordinator Mitra SPPG Jogoprayan Handi Artiawan menjelaskan, saat kejadian, warga sekitar mendengar suara gemuruh yang cukup keras.

Disusul atap bangunan seluas sekitar 150 meter persegi terbang disapu angin.

"Keterangan dari warga memang angin bertiup sangat kencang. Dampaknya atap galvalum di area parkir depan terangkat dan jatuh ke persawahan tetangga. Kerugian material ditaksir sekitar Rp 20 juta-Rp 30 juta," ujar Handi..

Selain merusak konstruksi atap, kencangnya hempasan angin juga mengganggu jaringan kelistrikan setempat.

Instalasi kabel dari PLN yang berada di area bangunan terputus dan sempat menjuntai ke pinggir jalan.

Baca Juga: Sumsel United Datangkan Striker Nigeria, Kenneth Ngwoke Belum Bisa Debut di Liga 2

"Saya dapat laporan sekitar pukul 12.30 dan langsung mengecek ke lokasi. Karena ada kabel PLN yang menjuntai ke jalan, kami segera menghubungi pihak PLN untuk pemutusan arus sementara agar aman," tambahnya.

Handi memastikan, saat peristiwa terjadi tidak ada aktivitas maupun relawan di dalam gedung.

Pasalnya, bangunan SPPG tersebut baru direncanakan mulai beroperasi pada September atau Oktober mendatang.

Guna menindaklanjuti kerusakan tersebut, pengelola SPPG melakukan pembersihan material galvalum yang mengganggu lahan warga.

Konstruksi atap juga akan dihitung dan dirancang ulang agar lebih kokoh.

Baca Juga: Kapolres Sragen: Keselamatan Berlalu Lintas Masuk Kurikulum Wajib SMP

"Hari ini kita prioritaskan pembersihan material galvalum dulu supaya tidak mengganggu aktivitas warga. Setelah itu seluruh atap akan dibongkar dan direnovasi total dari awal dengan memperhitungkan ulang kekuatan strukturnya," ungkap Handi.

Sementara itu, Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantibum) Kecamatan Gantiwarno Eka Susanti mengatakan, angin kencang hanya melanda wilayah Desa Jogoprayan.

"Angin kencang terjadi sekira 10 menit dari arah selatan. Karena posisi atap bangunan cukup tinggi dan di sekitarnya tidak ada bangunan lain, hempasan angin langsung menerjang atap SPPG hingga terbang ke mana-mana," terang perempuan yang akrab dipanggil Susi ini.

Pihak Kecamatan Gantiwarno bersama jajaran Polsek Gantiwarno dan BPBD Klaten telah meninjau lokasi penanganan.

Susi meminta perbaikan dan evakuasi material tipis galvalum tersebut diselesaikan secepatnya karena berpotensi membahayakan warga yang melintas.

"Tadi mitranya sudah kami konfirmasi dan tukang sudah berada di lokasi untuk langsung melakukan perbaikan. Targetnya Oktober SPPG ini sudah beroperasi, jadi penanganan atap memang harus dikerjakan hari ini juga," pungkasnya. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
gantiwarno klaten atap terbang sppg gantiwarno 001 angin kencang