RADARSOLO.COM-Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Klaten memberangkatkan tim Pelayanan Kesehatan Dasar Darurat (PKDD) atau Mobile Clinic ke Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (15/9/2026).
Langkah tersebut diambil untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT, Sabtu (15/8/2026).
Tim yang dikirimkan terdiri dari tiga personel, yakni dokter dr. Nugroho Arif Budiawan serta dua perawat, Erwin Sulistiyono dan Hendri Aris Nugroho.
Baca Juga: TPA Putri Cempo Siapkan Sumur Dalam Baru Di
Mereka dijadwalkan bertugas selama 14 hari untuk menjalankan layanan kesehatan keliling di lokasi terdampak.
Pengiriman tim medis tersebut merupakan bentuk tindak lanjut atas surat dari PMI Pusat.
Terkait permintaan mobilisasi tim pelayanan kesehatan untuk respon bencana gempa bumi di NTT.
Pelepasan terhadap tim PKDD dilakukan langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Klaten Purwanto Anggono Cipto diwakilkan oleh Wakil Ketua PMI Bambang Giyanto dengan didampingi Wakil Sekretaris Sumariyata serta Kepala Markas PMI Edy Sutopo.
"Tim ini akan memberikan pelayanan medis dan layanan kesehatan keliling selama 14 hari kepada masyarakat terdampak gempa. Supaya masyarakat dapat terpenuhi segala sesuatunya terkait dengan kondisi kesehatan pascagempa," ujar Wakil Ketua PMI Bambang Giyanto saat memberikan pembekalan kepada tim.
Selain menerjunkan tenaga medis, PMI Kabupaten Klaten juga membawa pasokan obat-obatan yang memadai untuk kebutuhan selama masa penugasan.
Baca Juga: Pemkot Solo Cari Opsi Jika Fosil Dinosaurus Museum Tahir Dikembalikan ke Tiongkok
Layanan yang disiapkan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar secara berkala, pemberian obat-obatan sesuai indikasi medis dan pelayanan medis keliling ke pemukiman warga terdampak
Dalam pengarahannya, Bambang mengingatkan seluruh personel untuk senantiasa mengutamakan keselamatan diri.
Termasuk menjaga kekompakan sesama relawan serta menjalin komunikasi yang baik dengan warga setempat.
"Menjalankan tugas kemanusiaan memang tidak mudah, tetap tersenyum memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat," imbuhnya.
Ia juga menekankan pentingnya memegang teguh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional selama bertugas di lapangan.
"Prinsip tersebut penting supaya pelayanan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan dengan tetap menghormati harkat dan martabat penerima manfaat," pungkasnya. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com