RADARSOLO.COM-Wisatawan Ekowisata Kalitalang di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, akan masuk skenario evakuasi darurat dalam mengantisipasi terjadinya erupsi Gunung Merapi.
Itu mengingat jaraknya yang hanya sekira 4 Km dari puncak Merapi.
Hal itu bagian dari perluasan cakupan Standar Operasional Prosedur (SOP) mitigasi bencana Gunung Merapi.
Jika sebelumnya skenario evakuasi darurat hanya berfokus pada masyarakat di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III. Kini para wisatawan yang berkunjung juga dimasukkan dalam perencanaan penyelamatan.
Langkah itu diambil menyusul tingginya animo pengunjung di destinasi wisata yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut.
Pada akhir pekan, angka kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara ke Kalitalang konsisten berada di atas 1.000 orang per hari.
Sementara pada hari biasa berkisar antara 150 hingga 200 wisatawan per hari.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kalitalang Jainu mengungkapkan, melonjaknya angka wisatawan di area rawan bencana menuntut pengelola untuk merevisi skenario kebencanaan agar tidak hanya bertumpu pada warga lokal.
“Sebelum Kalitalang ramai, kami hanya memikirkan warga kita yang tinggal di KRB III. Kita sudah punya SOP evakuasi mandiri, tempat evakuasi sementara di balai desa, hingga kandang komunal untuk ternak warga,” ujar Jainu, Senin (21/9/2026).
Baca Juga: Produk Pilihan BuSan Masuk Tokopedia dan TikTok Shop, UMKM Didorong Naik Kelas
Tapi dengan melihat kondisi saat ini pada kawasan wisata Kalitalang yang semakin meningkat kunjungannnya, membuat pengelola memikirkan simulasi evakuasi bagi para pengunjung juga.
Jainu mencatat, untuk warga pemukiman, kawasan KRB III Desa Balerante mencakup sekira 175 KK.
Tersebar di lima kampung paling atas, yakni Samburejo, Ngipiksari, Sukorejo, Gondang dan Banjarsari.
Sebagai wujud kesiapsiagaan konkret, Pokdarwis bersama pihak desa dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten dijadwalkan menggelar simulasi penanganan bencana pada 5–7 Oktober 2026.
Simulasi tersebut bakal menggabungkan skenario evakuasi warga KRB III sekaligus pengondisian para wisatawan yang sedang berada di area ekowisata saat kondisi darurat terjadi.
Baca Juga: Belum Dingin Kebakaran Gudang Furnitur di Banyudono Boyolali, Api Berkobar di Gudang Rosok Winong
Pengetatan mitigasi tersebut juga bertepatan dengan meningkatnya intensitas lontaran batu pijar dan lava Merapi dalam beberapa hari terakhir.
Guguran material pijar tersebut sempat melompat ke vegetasi kering di sisi utara Kalitalang yang berbatasan dengan Hulu Kali Kuning, sehingga memicu potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Merapi.
“Intensitas muntahan lavanya semakin sering terjadi, otomatis potensi kebakaran rumput kering di atas juga semakin tinggi. Kami di lapangan terus bersiap dan berharap hujan segera turun, sembari memantapkan skenario evakuasi baik untuk warga maupun wisatawan,” pungkas Jainu.
Sebelumnya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam rakor Kesiapsiagaan Penanggulangan Potensi Ancaman Bencana Erupsi Merapi, Gempa Bumi dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) beberapa waktu lalu berharap pemahaman aparatur di daerah lereng Merapi semakin matang sehingga kesiapsiagaan di tingkat masyarakat bisa ditingkatkan.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Klaten tengah menyiapkan penguatan kapasitas para relawan dan simulasi kebencanaan berskala besar yang akan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan relawan di lereng Merapi. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com