Duka Keluarga Korban Kapal Virgo Asal Klaten, Bagus Mahendra Dimakamkan di Hari Pernikahan sang Kakak

Angga Purenda • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 17:51 WIB
Pemakaman Bagus Mahendra, 20, warga Desa Lumbungkerep, Wonosari, Klaten korban KM Virgo Transport 8 di kampung halamannya, Rabu (23/9/2026). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
Pemakaman Bagus Mahendra, 20, warga Desa Lumbungkerep, Wonosari, Klaten korban KM Virgo Transport 8 di kampung halamannya, Rabu (23/9/2026). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Jenazah korban KM Virgo Transport 8 asal Desa Lumbungkerep, Wonosari, Klaten, Bagus Mahendra, 20, berhasil ditemukan setelah sembilan hari pencarian.

Bagus Mahendra, 20, merupakan anak keempat dari pasangan Sutarto dan Aam Amalia.

Bagus bersama sang kakak pertamanya, Danang Yulianto, 31, menjadi penumpang Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya Banjarmasin untuk mengirimkan paket ekspedisi.

Baca Juga: Warganet Ramai Tanggapi Gugatan Gibran di MK, Ada yang Singgung Prabowo

Tetapi sang kakak selamat meski mengalami luka di bagian paha kiri dan punggung samping akibat tertimpa lemari es saat menyelamatkan diri.

Danang kemudian balik ke Klaten pada Minggu (20/9/2026) bersama sang ayah dan istrinya.

Rasa penyesalan masih tampak di raut wajah Danang saat menunggu kedatangan jenazah Bagus di rumah duka setelah tidak berhasil menyelamatkan adiknya.

Meski sempat menggandeng tangan adiknya yang sudah memakai pelampung tetapi terlepas saat hendak menyelamatkan diri karena terdesak pengunjung dan barang saat kapal terbalik.

Jika jenazah Bagus tidak juga ditemukan, pihak keluarga sebenarnya hendak berangkat ke Banjarmasin setelah ijab kabul Ayu Murtanti, 27 pada Rabu (23/9/2027).

Ayu Murtanti merupakan kakak kedua bagus. Tak disangka kedatangan dan pemakaman Bagus bertepatan dengan hari pernikahan sang kakak.

Baca Juga: Bukan Sekadar Jualan, HIPMI Sragen Cari UMKM ‘Tahan Banting’ Gandeng Investor hingga Perbankan

Ijab kabul antara Ayu Murtanti bersama pasangannya bernama Saiful tetap harus dilangsungkan di KUA setempat. Mengingat sudah direncanakan jauh hari sebelum adanya musibah tersebut.

Meski begitu, bendera merah tetap mengibar lesu di depan rumah duka.

Sang paman, Hartanto, 48, menjelaskan, bahwa kepastian ditemukan jenazah Bagus baru terjawab pada Selasa (22/9/2026) sekira Pukul 17.00.

Pihak Polres Banjarmasin dan Rumah Sakit Bhayangkara menghubungi pihak keluarga untuk mengonfirmasi penemuan jenazah di pesisir Kalimantan Tengah.

"Petugas mengabarkan Bagus sudah ditemukan, tapi dalam keadaan meninggal dunia. Petugas memencocokkan foto identitas dan ciri-ciri pakaian yang ditinggal Bagus sebelum berangkat. Jasadnya ditemukan terdampar masih mengenakan rompi pelampung," terang Hartanto saat ditemui di rumah duka.

Jenazah Bagus kemudian diterbangkan dari Banjarmasin menuju Bandara Ahmad Yani Semarang pada Rabu (23/9/2026) pagi, sebelum diberangkatkan menuju rumah duka di Klaten.

Baca Juga: Tren Baru Dan Kreatif, Pelajar Di Solo Belajar Pilah Sampah Lewat Seni Pop Up

Danang, yang baru saja tiba dari Kalimantan pada Minggu (20/9/2026) dengan kondisi tubuh belum pulih sepenuhnya, memaksakan diri hadir menjadi saksi nikah sang adik.

"Waktu ijab berlangsung tadi, Danang tak kuasa menahan air mata. Ia menangis terharu sekaligus berduka. Harusnya Bagus juga ada di sana (menjadi saksi pernikahan) bersama kami," ungkap Hartanto.

Usai prosesi ijab kabul selesai, seluruh anggota keluarga dan warga sekitar bersiap melakukan pasrah terima jenazah Bagus Mahendra.

Karena dalam kondisi berduka, seluruh rangkaian acara resepsi dan penyambutan tamu dari pihak perempuan dialihkan sepenuhnya ke kediaman pengantin pria di Desa Jelobo, Kecamatan Wonosari, Klaten yang berjarak sekira dua kilometer dari rumah duka.

Sementara itu, Bagus dimakamkan berdekatan dengan makam sang kakek di Dusun Sidorejo, Desa Lumbung Kerep, Wonosari, Klaten yang berjarak sekira 200 meter dari rumah duka.

Sementara itu, Danang mengaku jika sang adik kerap kali diminta untuk mendampinginya setiap kali mengirimkan barang ke Kalimantan dalam menjalani pekerjaannya sebagaisopir truk ekspedisi.

Saat Danang ditanya apakah sebelum kejadian Bagus sempat mengobrol dengannya, ia mengungkapkan tidak ada obrolon khusus.

“Enggak sih, nggak ngobrol, biasa saja. Memang sering bersama (saya) ke Kalimantan sejak 2021. Saya pun juga naik kapal Virgo ini sudah ketiga kalinya ini. Jadi bukan baru yang pertama,” ujar Danang. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
bagus mahendra korban kapal virgo asal klaten pemakaman bersamaan dengan pernikahan sang kakak desa lumbungkerep wonosari klaten