RADARSOLO.COM-Terobosan kreatif terus dilahirkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Manunggal Karya, Desa Tlobong, Kecamatan Delanggu, Klaten.
Memaksimalkan potensi aset gedung pertemuan desa, BUMDes Manunggal Karya meluncurkan unit usaha Wedding Organizer (WO) bernama Sedesa Sejiwa.
Dari kelola unit usaha WO tersebut mampu mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PAD).
Saat ini sudah bisa menyumbang PAD sekira Rp 100 juta dalam satu tahun dari persewaan gedung yang dipaketkan dengan WO tersebut.
Baca Juga: Tanpa Penonton di Sriwedari, Stefan Keeltjes: Kendal Tornado FC Sudah Terbiasa
Menariknya, seluruh penggerak unit usaha itu merupakan pemberdayaan dari Puluhan pemuda-pemudi lokal yang mewakili seluruh RW di Desa Tlobong.
Direktur BUMDes Manunggal Karya Tlobong Yohanes Toni Purwanto mengungkapkan, pembentukan unit usaha WO tersebut berangkat dari tingginya prospek pasar pernikahan di Kecamatan Delanggu dan sekitarnya.
Banyak pasangan muda maupun keluarga yang menginginkan prosesi pernikahan yang praktis tanpa merepotkan kerabat di rumah.
"Pengantin khususnya yang dari luar kota atau pasangan muda itu sangat terbantu kalau ada yang mengurus semuanya. Jadi kami melihat peluang pasar yang besar di gedung desa ini, lalu kami padukan dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) pemuda desa," terang Toni, Kamis (24/9/2026).
Unit usaha yang dirintis sejak akhir 2025 ini secara khusus merangkul generasi muda desa.
BUMDes merekrut sekira 20 pemuda-pemudi perwakilan dari 10 RW di Desa Tlobong agar pemberdayaan berjalan merata.
Sebelum terjun langsung ke lapangan, para pemuda diberi pembekalan, briefing hingga pendampingan intensif.
Pelatihan diberikan secara berkala dengan melibatkan warga lokal yang sudah berpengalaman di dunia wedding organizer maupun pembawa acara (MC).
"Setiap sebelum dan sesudah acara ada briefing dan evaluasi. Awalnya mereka didampingi para senior. Sekarang, dalam kurun waktu satu tahun berjalan, mental mereka sudah terbentuk dan bisa bekerja secara profesional sesuai job desk masing-masing. Mulai dari tim handle pengantin, katering, amung tamu hingga dokumentasi," jelasnya.
Baca Juga: Inovasi Tak Sekadar Baru, Tapi Harus Berdampak ke Masyarakat
Layanan WO Sedesa Sejiwa terbilang lengkap. Tim tidak hanya mengurus teknis di hari-H, tetapi juga mendampingi calon pengantin sejak penyusunan konsep acara, penentuan vendor, rapat panitia keluarga hingga acara usai.
Dalam hal kemitraan, BUMDes mengutamakan prinsip fleksibilitas dan pemberdayaan warga lokal.
Pihaknya menyediakan opsi vendor pendukung seperti dekorasi, hiburan dan katering dari warga setempat dengan menyesuaikan keinginan keluarga pengantin.
"Kami menjual layanan jasa pendampingan yang ramah dan full service, bukan sekadar sewa gedung lepas kunci. Slogan kami adalah We Care, We Love, We Share. Bahkan WO kami memberikan suvenir khusus secara gratis untuk tamu undangan saat pulang, seperti balon atau sayuran yang merupakan branding WO kami," ungkap Toni.
Gedung Manunggal Karya sendiri memiliki kapasitas indoor hingga 800 orang.
Termasuk dapat menampung hingga 1.100 tamu jika memanfaatkan teras gedung. Apabila berkonsep standing party mampu menampung hingga 2.000 pengunjung.
Baca Juga: Total Capai 5,3 Juta Kg, Sebanyak 179.842 Warga Klaten Terima Bantuan Beras dari Pemerintah
Gedung seluas 1.500 meter persegi di atas lahan 3.500 meter persegi ini dilengkapi fasilitas ruang rias, ruang transit besan, area catering.
Termasuk area parkir luas yang mampu menampung hingga 100 mobil dan ratusan sepeda motor.
Paket pernikahan yang ditawarkan pun terjangkau dan beragam. Mulai dari paket Rp 35 juta sudah termasuk catering 600 pax, dekorasi, MC, hiburan, sound system, genset dan dokumentasi. Bahkan berkesempatan mendapatkan penginapan untuk honeymoon.
Tetapi bisa juga memilih ke paket gold mulai dari Rp 46 juta maupun paket platinum mulai dari Rp 57 juta.
Tentunya dengan menu katering, dekorasi hingga hiburan yang sudah upgrade dan bisa disesuaikan dengan keinginan pengantin.
Baca Juga: Titik Api Kembali Muncul di TPA Putri Cempo, Pertimbangkan Status Darurat Lagi
“Setiap bulannya, Gedung Manunggal Karya memfasilitasi rata-rata tiga hingga empat acara pernikahan. Pengguna jasanya mencakup 30% warga lokal Desa Tlobong dan 70% sisanya berasal dari wilayah luar seperti Wonosari, Jiwiring, Polanharjo, Pedan, hingga Jatinom,” jelas Toni.
Ke depan, BUMDes Manunggal Karya berencana melebarkan sayap layanan WO Sedesa Sejiwa ke luar gedung desa. Baik untuk acara perumahan maupun gedung lain di luar Desa Tlobong.
Selain itu, rencana pembentukan unit katering mandiri berbasis pemberdayaan warga juga sedang disiapkan untuk tahun depan.
"Tujuan utamanya agar BUMDes terus bergerak aktif, pemuda desa punya kegiatan positif dan penghasilan. Kami ingin memajukan ekonomi kreatif desa secara berkelanjutan," ujar Toni. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com