Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis: Ketahanan Pangan Dimulai dari Keluarga

Angga Purenda • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 18:32 WIB
Anggota MPR RI dari Fraksi PKS Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama Rumah Keluarga Indonesia Kabupaten Klaten
Anggota MPR RI dari Fraksi PKS Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama Rumah Keluarga Indonesia Kabupaten Klaten

RADARSOLO.COM – Ketahanan keluarga tidak selalu dibangun dari hal besar. Dari rumah, peran ibu dalam mendidik anak, mengelola kebutuhan keluarga, hingga memastikan makanan cukup, bergizi, dan tidak terbuang menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang kuat.

Pesan tersebut disampaikan Anggota MPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama Rumah Keluarga Indonesia Kabupaten Klaten, Bunda Mulia Kabupaten Klaten, Persaudaraan Muslimah Kabupaten Klaten, serta perwakilan majelis taklim ibu-ibu di Klaten, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga: Titik Api Kembali Muncul di TPA Putri Cempo, Pertimbangkan Status Darurat Lagi

Bertepatan dengan Hari Tani Nasional, sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tersebut turut dikaitkan dengan isu ketahanan pangan. Menurut Abdul Kharis, ketahanan pangan nasional tidak terlepas dari peran keluarga dalam mengelola kebutuhan pangan sehari-hari.

“Ketahanan pangan itu juga dimulai dari keluarga. Ibu yang mengatur belanja, memilih bahan makanan, mengolah makanan, dan memastikan tidak ada yang terbuang, sebenarnya juga ikut berkontribusi terhadap ketahanan pangan,” papar Kharis.

Ia menekankan, peran ibu tidak sebatas mengurus rumah tangga. Ibu juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan menyiapkan generasi penerus bangsa.

Baca Juga: Karanganyar di Ring Satu Bahaya Bencana, BMKG dan BPBD Pasang Kuda-Kuda

“Dari rumah, anak belajar disiplin, kepedulian, tanggung jawab, berbagi, menghargai perbedaan, dan bergotong royong,” tandasnya.

Menurut Kharis, nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dapat ditanamkan melalui kebiasaan sederhana dalam keluarga. Karena itu, penguatan ketahanan keluarga menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa.

“Kalau keluarganya kuat, insyaallah masyarakatnya kuat. Dan kalau masyarakatnya kuat, Indonesia juga semakin kuat,” ujarnya.

Baca Juga: Karhutla Hebat Melanda Jatiroto Wonogiri, 300 Hektare Hutan Pinus Perhutani Dilalap Api

Melalui kegiatan tersebut, para ibu diajak melihat bahwa kontribusi terhadap bangsa tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan besar. Menjaga keluarga, mendidik anak, mengelola pangan secara bijak, serta peduli terhadap lingkungan sekitar merupakan bagian dari upaya membangun Indonesia dari rumah.

“Ibu kuat, keluarga kuat. Keluarga kuat, masyarakat kuat. Pondasi mewujudkan Indonesia kuat,” pungkasnya. (*)

Editor : Kabun Triyatno
pangan ketahanan keluarga anak lingkungan kebangsaan