RADARSOLO.COM-Belajar coding dan logika pemrograman tidak lagi menjadi hal yang menakutkan bagi siswa sekolah dasar.
Seperti yang dijumpai di SD Negeri 2 Manjung, Kecamatan Ngawen, Klaten.
Lewat inovasi media pembelajaran berbasis teknologi bernama Nusantara Smart Touch (Nusa Touch), para siswa justru diajak belajar berbagai mata pelajaran secara interaktif sambil bermain.
Baca Juga: Gas Metana Masih Jadi Ancaman TPA Putri Cempo, Apa Solusinya?
Media inovatif ini dikembangkan oleh Ary Zuqnil Fauza, guru kelas 5 SDN 2 Manjung.
Nusa Touch terdiri dari laptop dan serangkaian perangkat elektronik seperti papan sirkuit mikrokontroler Arduino Uno, kabel ground dan penjepit buaya yang dihubungkan dengan perangkat lunak visual Scratch.
Uniknya, benda konduktor di sekitar siswa seperti buah-buahan, sayuran, hingga wadah berisi air bisa disulap menjadi tombol pemicu audio dan visual dalam aplikasi.
"Tubuh kita ini mengandung konduktor yang bisa menghantarkan arus listrik kecil. Jadi saat anak memegang air atau benda konduktif yang terhubung ke media ini. Program coding-nya langsung merespons dan mengeluarkan suara atau instruksi," ujar Ary saat ditemui di sekolah setempat, Rabu (30/9/2026).
Ary menjelaskan, Nusa Touch dirancang fleksibel sehingga dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran.
Mulai dari Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), Matematika, Bahasa Indonesia, Seni, Agama, hingga PJOK.
Baca Juga: Polda Jateng Uji Kesiapan Penggunaan Senjata Laras Licin di Polres Sragen
Khusus pada materi IPAS, Nusa Touch sangat efektif mengenalkan keanekaragaman budaya Nusantara.
Siswa dapat mengeksplorasi tarian daerah, pakaian adat, mata pencaharian, hingga alat musik tradisional dari berbagai pulau di Indonesia hanya melalui perantara sentuhan benda.
"Awalnya coding itu terkesan rumit. Tapi kalau diajarkan bertahap secara konkret, anak-anak langsung bisa mengaplikasikannya dengan baik. Di media aplikasi itu juga ada permainan, game dan videonya. Motivasi belajar dan konsentrasi anak otomatis meningkat, hasil belajar juga ikut naik," papar Ary.
Tak hanya mendongkrak capaian akademis, metode pembelajaran interaktif tersebut dinilai terbukti membawa dampak positif terhadap perilaku dan karakter siswa di kelas.
Baca Juga: Haul Habib Ali Solo: Jalan Kapten Mulyadi Ditutup Total 3 Hari, Ini Jadwalnya
Siswa menjadi lebih fokus, santun dan terarah selama proses belajar-mengajar berlangsung.
Manfaat media Nusa Touch dirasakan langsung oleh para siswa. Haktalevi, siswa kelas 6 SDN 2 Manjung, mengaku sangat antusias setiap kali pembelajaran menggunakan media Nusa Touch.
"Asyik banget dan sangat mudah. Tadi belajar tentang budaya-budaya Indonesia sambil masuk-masukin coding. Kalau dibanding cara mengajar biasa, lebih mudah paham pakai Nusa Touch ini," tuturnya.
Melalui pengembangan media Nusa Touch tersebut, SDN 2 Manjung membuktikan bahwa pengenalan teknologi pemrograman dapat dikemas secara menyenangkan sejak dini. Sekaligus melatih kreativitas serta memperluas wawasan kebudayaan para siswa. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com