Bupati Klaten Ikut Layani Warga, 6.000 Cup Dawet Bogem Bayat Ludes Dibagikan Gratis

Angga Purenda • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 15:50 WIB
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo melayani warga dalam pembagian dawet gratis sebanyak 6.000 cup ke warga di Lapangan Desa Bogem, Kecamatan Bayat, Klaten, Minggu (4/10/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo melayani warga dalam pembagian dawet gratis sebanyak 6.000 cup ke warga di Lapangan Desa Bogem, Kecamatan Bayat, Klaten, Minggu (4/10/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

​RADARSOLO.COM-Kemeriahan mewarnai Lapangan Desa Bogem, Kecamatan Bayat, Klaten, pada Minggu (4/10/2026).

Sebanyak 6.000 cup dawet dibagikan secara gratis kepada pengunjung yang datang.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo hadir didampingi Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudparpora) Kabupaten Klaten, Titin Windiyarsih.

Hamenang juga ikut melayani para pengunjung yang datang untuk menikmati segarnya dawet khas Desa Bogem, Bayat tersebut.

Baca Juga: Terdengar Suara Ledakan, Truk Penuh Paket Ekspedisi Terbakar di Tol Solo-Ngawi Wilayah Boyolali

Pembagian ribuan dawet gratis itu dalam rangka memperingati ulang tahun ke-6, Paguyuban Sedulur Dawet Bayat. 

​Ketua Panitia Acara sekaligus Ketua Paguyuban Sedulur Dawet Bayat Partisipasi menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur para pedagang dawet asli Bogem atas kebersamaan dan rezeki yang diterima selama ini. 

Selain membagikan 6.000 porsi dawet segar secara cuma-cuma, pihak panitia juga menyerahkan santunan kepada 20 anak yatim dan difabel, serta 96 paket bantuan untuk kaum duafa.

​"Tahun ini kami membagikan 6.000 porsi dawet gratis. Harapan kami di ulang tahun ke-6 ini, paguyuban semakin solid, guyub rukun dan masyarakat merasa senang menikmati sajian khas dari kami," ujar Partisipasi ditemui di lokasi acara.

​Ia menuturkan, keistimewaan Dawet asal Bogem terletak pada bahan baku cendol yang menggunakan pati onggok.

Baca Juga: Kronologi Dua Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Palar Klaten, Barang Bukti Buku Hingga Hardisk Diamankan

Berbeda dengan cendol pada umumnya yang kerap menggunakan tepung beras atau ketan. 

Usaha dawet di Desa Bogem telah diwariskan secara turun-temurun sejak tahun 1960-an.

Kini telah memasuki generasi ketiga hingga keempat.

Tercatat sekitar 100 pedagang dawet di Desa Bogem yang berjualan di berbagai kota.

Dalam seporsi Dawet Bayat juga terdapat irisan buah nangka dan tape.

Hal itu semakin memperkaya cita rasa dawet asal Bogem tersebut ketika dinikmati.

Baca Juga: Perkuat Budaya Antikorupsi, BRI dan KPK Gelar Pelatihan PELOPOR 2026 Cetak 41 Agen Perubahan

​"Rata-rata pedagang di Bogem ini generasi ketiga, melestarikan resep dari para pendahulu seperti Mbah Reso Sentono dan Marto Legem. Anggota paguyuban kami berjualan tersebar di berbagai daerah, mulai dari Solo, Yogyakarta, Wonogiri, hingga Gunungkidul," tambahnya.

​Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh para pelaku UMKM dawet di Bayat tersebut.

Menurutnya, sektor kuliner, khususnya dawet merupakan salah satu potensi UMKM unggulan Klaten yang berkembang pesat.

​"Alhamdulillah, sektor perdawetan di Klaten ini berkembang luar biasa. Kami mendoakan agar seluruh pengusaha dawet ke depan semakin sukses, usahanya makin berkembang, dan semakin sejahtera sehingga bisa terus berbagi," tutur Hamenang.

Baca Juga: Arema FC Tak Mau Buang Waktu, Jeda Kompetisi Liga 1 Dimaksimalkan untuk Perkuat Sistem Permainan

​Bupati Hamenang juga memuji cita rasa otentik Dawet Bogem yang memadukan rasa manis dan gurih secara pas. Ditambah tekstur cendol yang lembut.

"Cendolnya nggak ngelawan kalau di mulut. Jadi sedulur-sedulur kalau ingin nyicipin dawet ya harus di Bayat. Bagi yang pernah nyoba pasti akan tahu perbedaannya dengan dawet lainnya," ujar Hamenang.

Ia berharap pada tahun mendatang event serupa dapat digelar lebih meriah dengan berbagai inovasi baru.

Sekaligus mempromosikan potensi wisata kuliner Kabupaten Klaten yakni Dawet Bayat.

Baca Juga: Update Klasemen MotoGP 2026 Lengkap Usai Race Jepang: Marquez Sapu Bersih Poin, Beda 2 Angka dari Martin

​Antusiasme warga masyarakat terlihat sangat tinggi sejak pagi hari.

Ratusan pengunjung rela mengantre demi menikmati kesegaran dawet khas Bogem tersebut.

​Sri Rahayu, 45, salah seorang pengunjung asal Desa Bogem mengaku bangga dan senang bisa hadir dalam acara tersebut.

Menurutnya, tekstur cendol dan rasa kuah santan serta gula Jawa pada Dawet Bogem memiliki kualitas terbaik yang tiada tandingannya.

​"Rasanya mantap sekali, gulanya terasa dan santannya kental. Cendol dawet dari Bogem ini nomor satu, tiada tandingan," ujar Sri Rahayu.

Ia mengaku datang sejak pagi untuk mengantre mendapatkan satu cup dawet di Bogem. Bahkan berkesempatan dilayani langsung oleh Bupati Hamenang sehingga memberikan kesan tersendiri. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
dawet bogem pati onggok Paguyuban Sedulur Dawet Bayat Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo kuliner khas