RADARSOLO.COM– Hujan deras yang memicu meluapnya aliran sungai di wilayah Prambanan,Klaten, membawa ancaman baru bagi warga.
Seekor ular sanca batik (Python reticulatus) sepanjang 4 meter muncul di pekarangan rumah warga di Dusun Cepoko, Desa Bugisan, Selasa (3/3/2026) petang.
Laporan kemunculan reptil tersebut pertama kali masuk ke grup WhatsApp warga tingkat RT pada pukul 17.29 WIB oleh Parjiyanto dan Sopiah.
Menindaklanjuti laporan yang diteruskan oleh perangkat desa Heri Kiswanto, anggota rescuer Exalos Indonesia Regional Klaten Ari Kuriman langsung bergegas menuju lokasi kejadian di lingkungan RT 003/RW 006.
Evakuasi Taktis di Tengah Kerumunan
Setibanya di lokasi, ketegangan sempat terjadi lantaran ular raksasa tersebut sudah berada tepat di halaman rumah.
Banyaknya warga yang berkerumun untuk menonton namun tak berani mendekat membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan langkah cepat dan taktis.
Ari langsung menangani ular tersebut menggunakan grab stick atau alat penjepit khusus, mengingat tidak ada warga yang berani membantu sebelum kepala ular berhasil dikunci dengan aman.
Meskipun jenis sanca batik tidak memiliki bisa, Ari mengingatkan bahwa ular ini tetap sangat berbahaya bagi manusia maupun hewan ternak karena kekuatan lilitannya yang mematikan.
Setelah berhasil ditaklukkan, ular tersebut diserahkan kepada forum relawan kecamatan setempat (FORKAP) untuk dipindahkan ke habitat alami yang lebih aman dan jauh dari kawasan permukiman warga.
Imbauan Waspada Musim Hujan
Menyikapi kejadian ini, tim Exalos Indonesia Regional Klaten mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Terutama saat musim penghujan di mana sarang ular kerap tergenang air sehingga satwa tersebut naik ke permukiman.
Ari menyarankan warga agar rutin membersihkan rumput liar dan tumpukan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat persembunyian.
Selain itu, warga diminta memantau sudut rumah, lubang air, atau celah di bawah pintu, serta segera menutup akses yang memungkinkan ular masuk.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, warga dapat meletakkan kapur barus atau menyiramkan cairan pembersih lantai beraroma menyengat seperti karbol di sudut-sudut rumah karena ular cenderung menghindari bau wangi yang tajam.
Ari menegaskan, jika warga menjumpai ular di lingkungan tempat tinggal, sangat disarankan untuk tidak menanganinya sendiri tanpa alat pelindung.
Masyarakat diminta segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) atau relawan ahli terdekat untuk penanganan yang aman dan profesional. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono