Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Apem Yaa Qowiyyu Khas Jatinom, Semakin Banyak Varian Rasa

Damianus Bram • Minggu, 26 September 2021 | 20:30 WIB
SETAHUN SEKALI: Apem Yaa Qawiyyu yang disajikan saat upacara tradisi Yaa Qawiyyu di Kelurahan Jatinom, Kecamatan Jatinom, kemarin (24/9). (ANGGA PURENDRA/RADAR SOLO)
SETAHUN SEKALI: Apem Yaa Qawiyyu yang disajikan saat upacara tradisi Yaa Qawiyyu di Kelurahan Jatinom, Kecamatan Jatinom, kemarin (24/9). (ANGGA PURENDRA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Kabupaten Klaten memiliki kuliner khas yang disajikan hanya setiap setahun sekali. Yakni Apem Yaa Qowiyyu. Selain cita rasanya yang berbeda, teksturnya lebih empuk dibanding apem lainnya.

Untuk dapat menikmatinya, harus menunggu puncak tradisi Yaa Qowiyyu di Kelurahan Jatinom, Kecamatan Jatinom setiap 24 September. Jawa Pos Radar Solo bertemu dengan penjual Apem Yaa Qawiyyu yakni Suti, 50. Dia sudah berjualan 20 tahun lamanya. Berawal dari membuat apem yang disajikan untuk saudaranya yang berdatangan ke rumahnya saat momen saparan. Lantas berjualan untuk melayani masyarakat yang berdatangan saat puncak tradisi religi Yaa Qawiyyu.

Suti hanya berjualan apem selama 10 hari selama rangkaian tradisi religi Yaa Qowiyyu. Dia dibantu lima tenaga kerjanya untuk membuat adonan apem hingga memasaknya dengan sebuah cetakan yang berbentuk bulat. Pelanggan pun bisa melihat secara langsung proses memasaknya serta bisa mencicipi apem selagi hangat.

”Apem Yaa Qowiyyu ini adalah kuliner khas Jatinom yang hadir setiap kali tradisi saparan. Apalagi lekat dengan cerita Kyahi Ageng Gribig yang membagi-bagikan apem pada jamaahnya usai pulang dari menunaikan ibadah haji. Tradisi bagi-bagi apem pun masih lestari sampai saat ini,” ucap Suti di sela-sela proses memasak apem, Jumat (24/9).

Suti menjelaskan, jika bahan utama membuat Apem Yaa Qowiyyu adalah tepung beras, telur, parutan kelapa, gula serta bahan pengembang. Penggunaan tepung beras yang membuat apem dari Jatinom itu berbeda dengan daerah lainnya. Terutama yang membuatnya menggunakan tepung terigu sehingga menjadikan apem tidak empuk dan mengeras ketika sudah dingin.

Diakuinya, Apem Yaa Qowiyyu yang memiliki cita rasa original yakni gurih sekaligus manis masih jadi primadona para pelanggannya. Meski begitu, Suti juga mulai mengembangkan varian lainnya seperti Apem Yaa Qowiyyu nangka. Bahan yang digunakan tetap sama tetapi ditambah nangka yang sudah diblender secara kasar kemudian dicampurkan dalam adonan.

”Kami juga memiliki varian Apem Yaa Qowiyyu cokelat karena sering ditanyakan oleh pelanggan. Bahan yang digunakan tetapi menggunakan original, ditambah cokelat batangan,” jelas Suti.

Di samping itu, Suti juga memiliki varian Apem Yaa Qowiyyu gula jawa yang bisa jadi pilihan pelanggannya. Adonan yang digunakan sudah berbeda dengan tiga varian sebelumnya. Sejak awal untuk bahan gula jawa sudah dicampur dengan adonan yang telah disiapkan. Cita rasa manis dari gula jawa pun cukup terasa ketika disantap.

Soal harga cukup terjangkau yakni Rp 1.250 per bijinya. Dia berkomitmen tetap melestarikan kuliner khas Jatinom tersebut sekalipun disajikan setiap setahun sekali saja. Apalagi dia membuat apem agar bisa bertahan lebih lama lagi meski tanpa bahan pengawet. Mengingat Apem Yaa Qowiyyu hanya bertahan sekitar tiga hari saja pada saat diletakan di suhu luar. (ren/adi/dam)

Bahan-Bahan:
Editor : Damianus Bram
#Apem Yaa Qowiyyu #Apem Yaa Qawiyyu Banyak Varian Rasa #apem #Apem Yaa Qawiyyu Khas Jatinom