Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Bakso Wonogiri Beken Berkat Kaum Boro

Damianus Bram • Sabtu, 30 Oktober 2021 | 16:00 WIB
CITA RASA KHAS: Bakso Wonogiri sudah terkenal di berbagai daerah. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
CITA RASA KHAS: Bakso Wonogiri sudah terkenal di berbagai daerah. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Banyak kalangan menyebut bakso asli Wonogiri adalah bakso terbaik dengan cita rasa yang khas. Di kota-kota besar pun menjamur warung bakso dengan embel-embel Wonogiri. Seperti apa cerita di balik bekennya bakso Wonogiri?

Ketua Paguyuban Pedagang Mi Ayam dan Bakso (Papmiso) Indonesia Maryanto mengatakan, bakso asli Wonogiri terkenal dengan rasa daging sapinya yang kuat. Usai digigit, serat daging sapi di bakso Wonogiri terlihat.

”Aroma daging sapinya juga terasa. Biasanya pakai daging sapi dengan kualitas super. Sudah terkenal memang bakso Wonogiri enak,” kata dia lewat sambungan telepon.

Menurut Maryanto, bakso Wonogiri dikenal di kota-kota besar sejak 1965. Saat itu, ada sejumlah sesepuh pedagang bakso yang menjajakan dagangannya dengan dipkul, berkeliling di teras-teras kios yang ada di Jakarta kota lainnya. Misalnya adalah sesepuh bernama Haji Yatmin yang berjualan bakso di Karawang.

”Dulu pernah ada tim KKN dari salah satu kampus di Bandung. Mereka mempromosikan bakso Pak Haji Yatmin yang asli Wonogiri ini lewat radio. Setelah itu, ada rombongan yang jajan bakso naiknya truk. Cerita beliau seperti itu,” terang dia.

Setelah itu, bakso Wonogiri semakin termahsyur kenikmatannya. Banyak pedagang bakso asal Wonogiri yang mendulang kesuksesan dari semangkuk bakso. Itu yang menarik tetangga mereka untuk ikut merantau, berdagang bakso dengan harapan menjadi sukses.

Menurut Maryanto, kaum boro memiliki peran yang besar atas terkenalnya bakso Wonogiri. Pedagang bakso asal Wonogiri pun menjamur di kota-kota besar, menguatkan kesan nikmatnya bakso Wonogiri.

Bakso seakan menjadi ikon Wonogiri dan sekitarnya. Bahkan dia mengaku pernah menemui pedagang bakso yang mengatasnamakan asli Wonogiri, namun ternyata adalah warga eks Karesidenan Surakarta.

”Image bakso Wonogiri enak memang sudah melekat di masyarakat,” kata dia.

Wartawan koran ini meminta rekomendasi warung bakso yang mempertahankan cita rasanya di Wonogiri. Maryanto pun menunjuk warung Bakso Gajah Mungkur yang berada di sekitar Kantor Pegadaian Wonogiri. Seporsi bakso komplit di warung itu dibanderol Rp 17 ribu. Setidaknya ada empat butir bakso halus dan satu bakso urat yang disajikan bersama mi kuning dan bihun. Tak lupa, sejumput bawang goreng dan seledri melengkapi hidangan itu.

Kuah kaldunya hangat dan menggoyang lidah. Seperti yang dikatakan Maryanto, bakso Wonogiri memang dikenal karena kekuatan rasa daging sapinya. Nyaris tak terasa tepung di tiap gigitan bakso itu.

”Kami pakai daging sapi super,” terang pemilik warung makan bakso Gajah Mungkur Mulyadi.

Dia menjelaskan sedikit resep bakso bikinannya. Setiap lima kilogram daging sapi, dicampur seperempat kilogram tepung dan bahan lain seperti garam, bawang putih dan bahan lainnya. Itu yang membuat rasa daging sapi terasa di lidah. Resep itu dipertahankan sejak tahun 1993 hingga sekarang. (al/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Menikmati Bakso Wonogiri #Bakso Wonogiri Beken Berkat Kaum Boro #Bakso Gajah Mungkur #Bakso Wonogiri #Papmiso #Paguyuban Pedagang Mi Ayam dan Bakso