Ada empat warna dasar yang saling melengkapi dalam semangkuk Mi Pelangi. Merah, hijau, putih dan oranye. Meski berlokasi mepet sawah di Menoro, Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Mi Pelangi Fangky cukup ramai. Tak hanya berburu kelezatan, pembeli juga ingin mencicipi sensasi unik menu lainnya, yakni mi hitam dan bakso cumi. Ditambah pemandangam hamparan sawah luas.
Penjual Mi Pelangi Fangky, Eki menjelaskan, ide awal mi warna-warni ini dirintis sejak 2016 silam. Sebelumnya dia membantu sang ibu berjualan bakso di Pengging, Banyudono. Lantas, muncul ide membuat mi pelangi dengan pewarna alami. Bahan dasarnya terigu.
”Saya coba buat pewarna dari buah dan sayur. Untuk warna merah dari buah naga, lalu warna hijau dari sawi dan warna oranye dari wortel. Awal nyoba adonannya juga gagal terus,” terangnya, kemarin (26/11).
Semua proses pembuatan mi ini dia lakukan secara mandiri. Termasuk bakso cumi. Dia bahkan pernah tiga kali gagal dalam membuat resep adonan mi. Pantang menyerah, Eki terus berinovasi. Hingga akhirnya merintis Mi Pelangi Fangky di jalan Jembungan, Banyudono.
”Ada juga mi hitam dari tinta cumi. Lalu bakso cumi, bakso beranak. Semua saya bikin sendiri. Pas hari kerja, bisa habis mi pelangi 5-6 kilogram (Kg). Kalau weekend bisa sampai 9 kg. Kalau bakso cumi bisa habis 25 cumi,” terangnya.
Rasa gurih dan nikmat mi pelangi bisa dicicipi dengan harganya cukup terjangkau. Berkisar dari Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per porsi. Masyarakat bisa mencicipi setiap Selasa-Minggu pukul 09.00-17.00.
”Kalau favoritnya pembeli ya mi pelangi, bakso cumi, mi hitam, mi yago dan lainnya. Karena tergantung selera,” imbuhnya. (rgl/adi/dam)
KREASI MI PELANGI
- Mi merah : Bahan pewarna dari buah naga
- Mi hijau : Bahan pewarna dari sawi
- Mi oranye : Bahan pewarna dari wortel
- Mi hitam : Bahan pewarna dari tinta cumi-cumi