Warung di tengah kampung di Jogonalan ini menyajikan brongkos daging sapi. Nama warung tersebut Brongkos Cipto Gandung yang disebut-sebut sudah berdiri sejam zaman kolonial. Sehingga sudah memiliki pelanggan yang loyal sampai saat ini.
Mbah Gandung si pemilik warung yang menginjak usia 89 tahun masih melayani pelanggannya. Dibantu oleh anaknya Tridoyo, 52. Resep yang turun temurun itu membuat cita rasa brongkos daging sapi mampu memikat lidah penikmat kuliner dari berbagai daerah untuk datang.
Menu ini disajikan dalam sebuah mangkuk. Sedangkan nasi pada ceting lengkap dengan lauk pauk baceman seperti tahu, tempe serta jeroan sapi seperti iso dan babat.
Komposisi dari kuliner brongkos yang ditemui di Jogonalan sedikit berbeda dari sajian pada umumnya. Jika selama ini terdapat kacang tolo dengan irisan tahu hingga telur rebus, masakan Mbah Gandung hanya ada daging sapi. Namun cita rasanya begitu khas, yakni perpaduan manis dan pedas.
Saat daging sapi pada brongkos digigit begitu empuk dengan bumbu yang benar-benar meresap. Aneka rempah-rempah yang diracik sendiri oleh Mbah Gandung memberikan cita rasa kuah yang berwarna kecoklatan tersebut. Kuah yang hangat, manis dan pedas itu memang diambilkan langsung dari tungku dengan perapian dari kayu bakar.
Menetralisir rasa pedas selama menyantap brongkos, bisa dengan menikmati lauk tahu, tempe bacem maupun irisan jeroan sapi. Rasa manis dari baceman itu sekaligus bisa menambah nikmatnya brongkos Mbah Cipto Gandung tersebut.
”Semua racikan dari tangan Mbah Gandung sendiri. Saya hanya membantu untuk membelikan bahan bakunya. Dari pagi sudah mulai memasak menggunakan kayu bakar,” ucap Tridoyo kepada Jawa Pos Radar Solo, beberapa waktu lalu.
Mengolah dan memasak brongkos secara manual dengan menggunakan kayu bakar memang masih dipertahankan. Hal itu juga bagian dari menjaga cita rasa dalam menyajikan menu. Pelanggan setianya dari warga lokal hingga Solo, Magelang, Purworejo dan Jogja.
”Untuk seporsi brongkos daging sapi beserta nasi harganya Rp 35.000. Sedangkan untuk lauk pauknya seperti jeroan mulai Rp 10.000 tergantung irisan,” ucap Tridoyo. (ren/adi/ria) Editor : Syahaamah Fikria