Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Menikmati Jenang Pati Garut Instan buatan Warga Sragen

Damianus Bram • Sabtu, 12 Maret 2022 | 15:15 WIB
MENYEHATKAN: Jenang pati garut khas Sragen ini bagus untuk pencernaan. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
MENYEHATKAN: Jenang pati garut khas Sragen ini bagus untuk pencernaan. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
SRAGEN - Tumbuhan garut banyak ditanam masyarakat Sragen, terutama di daerah utara Bengawan Solo. Lalu diolah menjadi camilan seperti emping dan jenang. Bahkan ada yang mengolahnya menjadi jenang pati garut instan.

Pengolahan garut menjadi jenang garut instan karena tidak tahan lama. Soal rasa, jenang pati garut instan karya warga Sragen ini terasa segar. Rasa umbi garut cukup kuat di lidah. Namun tercampur dari rasa manis gula aren sebagai campuran. Ada juga produk yang tanpa gula aren.

Meski hanya satu cangkir teh, namun cukup mengenyangkan dan nyaman di pencernaan. Selain itu cara pembuatannya cukup sederhana. Tinggal ditambah air dingin satu sendok makan. Lantas diaduk hingga larut dan tecampur. Baru ditambahkan air mendidih agar pati garut mengental. Selain untuk kesehatan, bahan makanan tersebut juga baik untuk diet.

Inovasi jenang pati garut instan ini digagas oleh Asmadi, warga Desa Jati Tengah, Kecamatan Sukodono. Dia awalnya menjual olahan berbagai keripik untuk dipasarkan. Namun akibat pandemi, usaha keripiknya merugi. Dia akhirnya memproduksi makanan sehat menyesuaikan dengan pandemi lalu. Hingga teringat bahwa di wilayahnya banyak yang mengolah pati garut.

”Wilayah Sragen bagian utara banyak umbi garut sudah terkenal sejak nenek moyang dulu. Kalau dulu sari pati garut dihisap untuk mengobati masalah pencernaan. Namun sekarang banyak diteliti oleh lembaga-lembaga kesehatan, dan terbukti baik untuk pencernaan,” terangnya.

Di Sukodono dan Gesi juga banyak yang membuat pati garut. Setelah itu dia berinovasi dengan proses tambahan agar menjadi bahan olahan instan. Agar menarik, harus dilakukan pengemasan dengan baik. Bahan baku juga cukup melimpah. Meski ada musim-musim tertentu kesulitan bahan baku.

”Kemarin saat pandemi awal, sekitar 2020 an produk ini keluar. Permintaan terus meningkat untuk jenang pati garut instan. Sekarang banyak dikenal di Jawa dan luar Jawa,” jelasnya.

Dengan dikemas dan diproses untuk menekan kadar air, jenang pati garut bisa tahan lebih dari 10 bulan. Selain itu dalam prosesnya juga disangrai dengan gula aren untuk menambah rasa manis. Dia memastikan tidak ada bahan kimia tambahan dalam jenang pati garut instan.

Lantas untuk pembuatan harus menggunakan air mendidih. Cara pembuatan awalnya memakai satu sendok air dingin. Kemudian baru dituangkan air mendidih. Satu sachet untuk 220 mili liter atau ukuran cangkir teh. Sehingga kekentalan jenang bisa terjaga.

”Biasanya yang sudah ada itu dijual matang, namun tidak tahan lama. Dengan ini mudah dibawa kemana-mana dan penyajian mudah. Misalnya beli yang matang, dibawa ke luar kota tidak tahan lama,” ujarnya. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Harga Jenang Pati Garut Instan #Jenang Pati Garut #Menikmati Jenang Pati Garut Instan #Jenang Pati Garut Instan