Berkunkung ke Karanganyar, kurang lengkap rasanya jika tidak mencoba kuliner pedas ini: Bebek Mercon. Dijajakan di warung makan Titi Mercon, tepatnya samping Terminal Balong, Kecamatan Jenawi. Warung makan ini belum lama dibuka, kira-kira baru setengah tahun. Namun selalu ramai dikunjungi pecinta kuliner pedas.
Tidak salah jika kuliner milik Mbak Titi ini menu utamanya bebek mercon. Karena dalam satu porsi bebek mercon ini terdapat ulekan sambal yang melimpah. Ditambah bumbu kuah yang kental lengkap dengan lalapan serta satu potong bebek. Pada saat menyantap bebek mercon, mulut serasa meledak dan terbakar karena kuah kental bebek mercon yang terasa nikmat dan sangat pedas. Bumbunya benar-benar meresap ke dalam daging bebek.
”Warung makan ini belum lama dibuka baru setengah tahun, biasanya dibuka mulai dari jam 08.00-20.00,” ungkap pemilik warung.
Cara membuat bebek mercon sama dengan menu-menu bebek lainnya. Direbus dahulu dengan bumbu rempah, kemudian digoreng. Bedanya, sambelnya melimpah dengan level kepedasannya yang bisa di-request.
”Untuk sambalnya saya menggunakan cabai rawit dengan kualitas bagus. Seluruh bumbu baik saat perebusan, penggorengan maupun penyajian seluruhnya sama dengan bebek-bebek lain. Hanya saja yang membedakan cabainya yang melimpah” imbuhnya.
Salah seorang pelanggan bebek mercon asal Sragen Dwi Asih Lestari mengungkapkan, pihaknya merekomendasikan bebek mercon Mbak Titi ini untuk para pecinta kuliner pedas. Karena selain rasanya yang nikmat, rasa pedas dari cabai rawit membuat pelanggan ketagihan.
”Selain rasa, harganya cukup terjangkau mulai dari Rp 17 ribu saja. Selain itu tempatnya strategis dan bersih membuat pelangan nyaman,” ujar Dwi.
Dwi yang hobi piknik ke kawasan wisata Gunung Lawu mengaku tak pernah absen mampir menikmati bebek mercon. ”Rasa pedasnya bisa bikin tubuh jadi hangat. Apalagi udaranya di sini juga dingin. Makan yang pedes-pedes jadi melek,” imbuhnya.
Tapi jangan khawatir jika tidak suka pedas, di tempat ini juga tersedia menu bebek yang tidak pedas dengan bumbu yang masih sama-sama enak. (mg10/adi) Editor : Damianus Bram