Bahan utama kepelan khas Pedan, berupa tepung terigu, bawang putih, merica, garam, dan tambahan penyedap rasa. Salah seorang pedagang kepelan Susiyana, 46, biasa berjualan di tepian Jalan Pedan-Cawas. Tepatnya di Desa Keden, Pedan. Lokasinya tak jauh dari Pasar Pedan.
Susiyana sudah menekuni usaha kuliner ini sejak enam tahun silam. Dalam sehari, bisa menghabiskan 10 kilogram (kg) tepung terigu. Proses pembuatannya, diawali dengan menghaluskan bawang putih terlebih dahulu. Di sini Susiyana menggunakan blender, agar tekstur bawang lebih lembut.
“Setelah itu memasukan aneka bumbu ke wadah berisi tepung terigu. Agar cita rasa lebih kuat, saya tambahi merica, garam, dan penyedap rasa dalam adonan. Kemudian diberi sedikit air sesuai kebutuhan. Supaya adonan tercampur merata,” ungkapnya, kemarin (25/11).
Supaya ciri khas rasa dan aroma kepelan tidak pudar, Susiyana ogah bereksperimen. Termasuk berinovasi dalam rasa. Dia kukuh mempertahankan resep asli kepelan yang kondang akan kegurihannya.
Setelah adonan jadi, dicetak dengan sendok makan. Lalu dituangkan digoreng dengan minyak yang telah matang. Supaya tekstur camilan ini renyah dimulut. Tak cukup sekali, kepelan melalui dua kali proses penggorengan.
“Awalnya digoreng setengah matang dulu, sampai habis tepungnya. Kemudian digoreng lagi hingga matangnya merata. Kalau hanya sekali goreng, belum tentu matang. Bisa jadi adonan pertama kering, tetapi yang belakang masih mentah,” ujar Susiyana sembari berbagi tips menggoreng kepelan.
Cita rasa gurih kepelan, paling cocok dinikmati ketika masih hangat. Supaya rasanya lebih nendang, sebelum disantap, dicocol dulu dengan sambal bawang dan sambal kacang.
“Sambalnya terbuat dari bawang putih, cabe merah, cabe rawit, dan sedikit garam. Lalu di-uleg (dihaluskan) dan ditambahkan sedikit air,” imbuh Susiyana.
Ditanya proses pembuatan sambal kacang, Susiyana mengaku cukup sederhana. Sebelum di-uleg, kacang tanah terlebih dahulu digoreng. Kemudian dihaluskan bersama bawang merah, bawang putih, garam, dan sedikit daun jeruk.
“Memang kepelan ini camilan favorit anak-anak muda. Rasanya gurih dan agak pedas. Paling pas menemani nonton bola, apalagi sekarang ada Piala Dunia,” ujarnya.
Sementara itu, pelanggan kepelan buatan Susiyana tidak hanya dari Kota Bersinar. Ada juga yang dari Kota Solo dan Boyolali. “Saya jualan pukul 15.00-21.00, menyesuaikan adonan. Kalau habis ya langsung pulang. Harganya murah, per lima biji Rp 1.000. Tapi kalau beli Rp 5.000, saya tambai jadi 25 biji,” bebernya. (mg13/ren/fer) Editor : Damianus Bram