Opor goreng bisa dicicipi di Warung Makan Lesehan Wong Jowo. Tak sulit menemukan warung tersebut karena berada di sebelah utara Pasar Pracimantoro. Pemilik warung Noviyanto menuturkan, warungnya adalah cabang Opor Pak Min di Pasar Hewan Pracimantoro. Itu adalah salah satu warung yang legendaris dengan kelezatan opor ayamnya.
”Saya rintis warung mulai 2015,” kata dia baru-baru ini.
Di warung itu tak hanya opor ayam yang tersedia. Namun juga opor goreng yang menarik dicicipi. Ayam yang digunakan untuk membuat opor goreng itu adalah ayam kampung. Ayam yang dimasak opor kemudian digoreng.
Menurut Noviyanto, bumbunya tak jauh berbeda dengan opor pada umumnya. Setelah ayam opor matang, kemudian digoreng. Sebelum digoreng diberi bumbu tambahan agar rasanya lebuh asin dan nendang di lidah. Ukuran ayam juga tergolong besar. Sebab, satu ekor ayam bisa menjadi empat porsi.
Saat disajikan, opor goreng tak sendirian. Selain seporsi nasi hangat, juga dilengkapi dengan trancam, lalapan, sambal bawang hingga jangan lombok. Tak perlu diragukan lagi rasanya; mantap!. Masih ada rasa opor di ayam yang telah digoreng. Seporsi opor goreng dihargai Rp 35 ribu. Itu juga termasuk dengan minum yang dipesan.
”Buka setiap hari, libur kalau ada keperluan saja. Mulai siap jam 9 pagi. Kalau awal itu sudah sedia 20 ayam. Itu bisa tambah. Semuanya ramai peminatnya, baik yang opor kuah maupun goreng. Pelanggan saya itu banyak yang dari luar kota,” beber Noviyanto. (al/adi/dam)
BAHAN-BAHAN
- 1 ekor ayam kampung, potong-potong, cuci bersih
- 3 sendok makan minyak, untuk menumis 500 ml air
- 1 liter santan sedang dari 1 butir kelapa
- 3 lembar daun salam
- 3 lembar daun jeruk
- 2 batang serai, memarkan
- 1 ruas jari lengkuas, memarkan
- Setengah sendok teh gula pasir
- 1 sendok teh kaldu bubuk instan rasa ayam
BUMBU HALUS
- 10 butir bawang merah
- 8 siung bawang putih
- 1 sendok makan merica
- 1 sendok makan ketumbar
- 2/4 sendok teh jintan
- 2/4 biji pala
- 1 ibu jari jahe
- 1 ibu jari kunyit
- 50 gram kemiri
- Garam secukupnya