Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Gurih dan Renyahnya Keripik Tempe Benguk, Pilihan Oleh-Oleh Kaum Boro dari Wonogiri

Damianus Bram • Sabtu, 29 April 2023 | 16:00 WIB
BUAH TANGAN: Keripik tempe benguk bikinan warga Lingkungan Grobog, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri Kota. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
BUAH TANGAN: Keripik tempe benguk bikinan warga Lingkungan Grobog, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri Kota. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM - Wonogiri memang terkenal dengan makanan khasnya saat momentum Lebaran. Selain mete, keripik tempe benguk bisa menjadi opsi oleh-oleh kaum boro saat kembali ke perantauan.

Lingkungan Grobog, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri Kota dikenal sebagai salah satu sentra perajin keripik tempe benguk. Banyak warga di lingkungan tersebut bekerja sebagai perajin camilan bercita rasa gurih itu.

Salah satu perajin keripik tempe benguk di Lingkungan Grobog, Rohayati. Sudah sekira 13 tahun dia menjadi perajin camilan itu. ”Sehari bisa membuat 250 pak keripik tempe benguk,” kata dia baru-baru ini.

Dalam satu pak berbungkus palstik mika itu, berisi sekira 18-20 biji keripik tempe benguk. Satu bungkus keripik tempe benguk bikinannya dihargai Rp 12 ribu. Permintaan jelang Lebaran juga makin tinggi. Bisa mencapai sekira 400 pak keripik tempe benguk. Sebab, camilan itu kerap diburu sebagai oleh-oleh kaum boro ketika kembali ke perantauannya.

”Renyahnya bisa dua mingguan, tanpa pengawet,” kata Rohayati.

Menurut dia, ada sejumlah tahap pembuatan keripik tempe benguk. Awalnya, benguk mentah direbus hingga kulitnya mengelupas. Lalu, benguk diiris tipis-tipis. Satu biji benguk harus menghasilkan 8-9 lembaran benguk yang tipis. Perlu tenaga yang ahli untuk melakukannya.

Kemudian direbus lagi, dicuci dan direndam selama dua hari. Setelah itu dicuci dan direbus lagi lalu baru ditiriskan. Selanjutnya benguk diberi ragi agar menjadi tempe. Proses peragian ini membutuhkan waktu dua malam hingga benguk benar-benar siap menjadi tempe. Saat sudah menjadi tempe, benguk kemudian digoreng menggunakan tepung basah. Tentu tepung itu diberi sejumlah bumbu racikan Rohayati.

”Setelah itu digoreng. Keripik tempe benguk bisa dinikmati,” kata dia.

Rasanya tak perlu diragukan. Gurih. Saat digigit, keripik tempe benguk yang renyah bagai pecah di mulut. Tak ayal, kerilik tempe benguk menjadi salah satu jajanan yang diburu untuk oleh-oleh kaum boro.

”Saya pemasaran di wilayah Wonogiri saja, di pasar saya jual ke toko oleh-oleh. Reseller juga ambil dari rumah,” beber dia.

Pembeli juga bisa membeli dengan datang langsung ke rumah produksi. Di situ pembeli juga bisa melihat langsung proses pembuatannya. (al/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Lingkungan Grobog #tempe benguk #Oleh-Oleh dari Wonogiri #Oleh-Oleh Kaum Boro #Keripik Tempe Benguk