Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Gemblong Jojoh Boyolali: Camilan Jadul dari Singkong Gula Jawa

Damianus Bram • Sabtu, 3 Juni 2023 | 16:00 WIB
TRADISIONAL: Salah satu camilan yang cukup popular di Boyolali, yakni Gemblong Jojoh. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
TRADISIONAL: Salah satu camilan yang cukup popular di Boyolali, yakni Gemblong Jojoh. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM - Sebelum ada padi, singkong menjadi makanan pokok masyarakat. Singkong bisa diubah menjadi berbagai masakan dan camilan. Khusus di Boyolali, ada camilan nikmat dari singkong, yakni Gemblong Jojoh. Seperti apa rasanya?

Gemblong merupakan makanan tradisional Indonesia. Berbeda dengan gemblong cothot yang direbus dengan inti gula Jawa baru digoreng, Gemblong Jojoh memiliki karakteristik berbeda. Namun kesamaaannya, tetap nikmat disajikan apalagi saat masih hangat. Cukup menambahkan segelas teh hangat atau kopi. Disantap saat ngaso di pagi atau sore hari. Apalagi saat musim penghujan tiba, jadi camilan yang mengenyangkan.

Jojoh diartikan tumbuk. Jadi Gemblong Jojoh berasal dari singkong yang ditumbuk. Kemudian dipadatkan menjadi bentuk pipih. Lalu dipotong-potong sesuai selera. Rasa singkong yang padat dengan legit gula Jawa asli yang membuat ketagihan. Karena kaya akan serat dan karbohidrat akan membuat kenyang penikmatnya. Sehingga, jangan lupa menyiapkan minum pendamping.

Pembuat gemblong jojoh asal Surodadi, Siswodipuran, Boyolali, Esther Ayu,52, mengatakan, pembuatan Gemblong Jojoh tidak memakan waktu lama. Dia sendiri belajar membuat Gemblong Jojoh dari sang ibu. Sejak kecil, ibunya sudah berjualan camilan jadul tersebut. Sehingga dia kerap membantu dan ikut membuatnya.

”Resepnya itu dari ibu, dulu pernah belajar dari ibu. Dan sudah 15 tahun ini saya produksi gemblong jojoh lalu saya jual. Kerap juga jadi menu pesanan katering. Karena memang makanan jadul yang masih banyak penggemar,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (2/5/2023).

Photo
Photo
POTENSI BISNIS: Esther Ayu banyak menerima pesananan Gemblong Jojoh. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Bahan pembuatan Gemblong Jojoh sangat simple, yakni hanya singkong, gula jawa, dan sedikit garam. Setiap hari, Esther memproduksi gemblong jojoh dengan 2,5 kilogram singkong. Dia memang menjual aneka snack lainnya. Hanya saja, gemblong jadi camilan jadul yang kerap dipesan. Singkong dikupas dan dicuci bersih.

”Setelah itu, singkong dikukus sampai matang, sekira 30-35 menit. Pokoknya sampai empuk. Kemudian, sisir gula jawa. Biasanya pakai gula jawa tiga per empat kilogram sama gula pasir setengah kilogram,” jelasnya.

Setelah singkong matang, saat masih panas, langsung diangkat. Kemudian dibersihkan dari batang seperti akar yang ada ditengah singkong. Lantas, daging singkong dimasukan ke lumpang kayu. Singkong lantas ditumbuk hingga halus. Proses penumbukan memakan waktu sekira 15 menit sampai halus. Baru setelahnya, gula pasir, gula jawa dan setengah sendok garam dimasukan dan ditumbuk lagi sampai tercampur rata.

”Menumbuknya itu sampai menut, ya sampai rata tercampurnya. Kalau sudah, tinggal diangkat dan ditaruh ke cetakan nampan lalu dipadatkan. Setelah itu, baru dipotong-potong sesuai keinginan, tergantung ukurannya. Kalau saya dibuat kotak-kotak agak besar, harganya Rp 2,5 ribu per potong,” tandasnya. (rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Camilan Jadul #Gemblong Jojoh Boyolali #Gemblong Jojoh #Camilan dari Boyolali #Cemilan Gemblong Jojoh