Nasi jagung sambal tumpang lebih lengkap jika dipadukan dengan gudangan alias sayur rebus, gereh, dan juga petai goreng. Bu Warsiti sudah menjual nasi jagung dan bubur tumpang sejak 20 tahun lalu. Sambal tumpangnya tak jauh berbeda dengan pada umumnya, yakni perpaduan ulekan tempe besengek atau busuk dengan santan. Lalu ditambahkan tahu dan bumbu penyedap lainnya. Rasanya gurih dan pedas saling beradu di dalam mulut.
Biasanya, Bu Warsiti akan menambahkan topping cenil dan daun adas rebus di atas nasi jagung. Lalu disiram dengan sambal tumpang. Setelahnya, disajikan dengan gereh teri asin yang menambah nikmat. Selain itu, pegunjung juga bisa pesan. Mau tambah petai goreng atau tidak.
”Saya jualan nasi jagung sudah 20 tahun. Awalnya, saya memilih nasi jagung untuk kesehatan badan. Dari situ saya kembangkan untuk dijual, ternyata banyak yang suka,” ungkapnya, kemarin (9/6/2023).
Warsiti mengaku seluruh komponen nasi jagung tumpang khas Boyolali. Mulai dari nasi jagung yang dibuatnya sendiri. Lalu sambal tumpang asli Kota Susu maupun ikan teri asin. Dalam sehari dia bisa menghabiskan 10 kilogram nasi jagung. Ratusan porsi nasi jagung lengkap dengan lauk pauknya ludes setiap harinya.
Sego jagung masih dipertahankan karena kuliner khas Boyolali ini mulai sulit dijumpai. Satu porsi sego jagung dengan isian ikan teri asin, sayur urap, sambal tumpang tahu dijual dengan harga Rp 10 ribu.
”Sehari ya bisa ratusan porsi habis. Bukanya dari pukul 10.00-18.00. Yang beli juga dari mana-mana. Karena nasi jagung kan sehatnya karena rendah gula. Beda sama nasi beras,” imbuhnya.
Dia menjelaskan dalam membuat sego jagung ini bahan utamanya adalah biji jagung yang sudah dihaluskan menjadi tepung. Kemudian diberi air untuk diproses menjadi granul, lalu dikukus, proses ini diulang hingga tiga kali. Setelahnya, karon alias nasi jagung yang belum masak dikukus lagi selama tiga jam. Tujuannya agar sego jagung menjadi pulen dan matang sempurna. Setelah matang bisa disajikan dengan lauk-pauknya.
Salah seorang pembeli nasi jagung, Rina Wahyuni mengaku kerap membeli di warung Bu Warsiti. Menurutnya, nasi jagung merupakan salah satu makanan legendaris khas Kota Susu. Selain itu, nilai kalorinya yang rendah gula sehingga baik untuk kesehatan.
”Sambalnya beda, terus sayurannya juga lebih fresh lebih menarik tampilannya. Dulunya nggak suka, tapi setelah ketemu di sini kalau siang hari kalau jemput sekolah mampir sini beli dan si adek ini suka makan nasi jagung,” tandasnya. (rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram