RADARSOLO.COM - Bagi wisatawan yang berkunjung ke Waduk Kedung Ombo (WKO) Sragen, tidak ada salahnya mencicipi aneka menu ikan air tawar. Termasuk lobster air tawar yang berkembang biak secara liar di sekitar WKO. Seperti apa rasanya?
Menu lobster air tawar bisa dengan mudah ditemui di warung apung, Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Jika melihat lokasinya, cukup jauh dari jalan besar. Wisatawan juga harus melalui jalan setapak. Namun, begitu sampai, pengunjung pasti langsung puas. Apalagi dengan konsep warungnya yang cukup Instagramable.
Salah satu menu yang disediakan yakni lobster air tawar asam manis. Lobster air tawar ini didapat dari sekitaran Waduk Kedung Ombo (WKO) yang berkembang biak secara liar. Dahulu, sempat ditebar dan dapat beradaptasi di perairan WKO.
Soal rasa, tidak akan mengecewakan lidah. Karena bumbunya cukup meresap. Daging lobster yang terasa gurih, dipadu dengan sambal yang menambah selera dan pedasnya pas dilidah. Selain itu, juga ada lalapan pendamping. Menu tersebut disajikan di lesehan sembari melihat pemandangan waduk.
Untuk harga satu porsi seberat 0,25 kg hanya Rp 45.000. Namun, penjual memberi opsi harga 0,5 kg senilai Rp 80 ribu dan 1 kg Rp 160.000. Hanya saja, ukuran lobster air tawar tak sebesar lobster air laut. Selain itu, cangkangnya cukup keras, tak selembut udang.
Pemilik warung apung, Abdul Rohman Sarwito mengaku, banyak pejabat dari berbagai instansi yang sering memesan hidangan atau menggelar rapat di warungnya. Selain lobster, pihaknya juga menyajikan ikan nila. Menurut Abdul Rohman, banyak yang suka dengan masakan yang diolahnya karena ada rasa manis dan gurih.
Dia menambahkan, ketika momentum tertentu seperti liburan atau hari besar bisa menghabiskan 1 kuwintal lebih ikan nila dan lobster. Sementara saat hari biasa, rata-rata menghabiskan 30 sampai 40 kg nila dan lobster.
”Umumnya nila maupun lobster bakar dimasak bumbu saus, rasanya cenderung pedas, asin. Tapi kami masak ada rasa manis bercampur gurih karena masak bumbu madu,” terangnya.
Rasa yang diramunya sengaja disesuaikan dengan selera dan lidah orang Solo Raya. Yakni cenderung suka masakan manis dan gurih. Tetapi menu di warungnya juga menyediakan masakan yang gurih dan asin. (din/adi/ria)
Editor : Syahaamah Fikria