Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Keistimewaan Soto Mangkuk Gerabah, Banyudono, Boyolali: Awet Panas dan Sedap, Bikin Nagih

Ragil Listiyo • Minggu, 1 Oktober 2023 | 18:59 WIB
TRADISIONAL: Soto racikan Yayun yang banyak disuka. Lebih nikmat lagi dicampur sambal dan perasan jeruk nipis.
TRADISIONAL: Soto racikan Yayun yang banyak disuka. Lebih nikmat lagi dicampur sambal dan perasan jeruk nipis.

RADARSOLO.COM - Salah satu kuliner yang sebaiknya tak dilewatkan saat ke Boyolali adalah soto. Ada satu warung soto yang unik dan lawas karena masih menggunakan mangkuk gerabah. Lokasinya di Desa Ngaru-Aru, Kecamatan Banyudono. Seperti apa?

Warung soto gerabah tersebut bernama Bu Yayun. Sajian soto unik dan lezat dengan pemandangan pinggir sawah. Dari simpang Ngangkruk, Banyudono masuk ke arah selatan atau arah alun-alun.

Sekira 100 meter sampai menemukan jalan arah timur. Kemudian ke timur lurus hingga menemukan simpang tiga area sawah dan belok ke kanan alias selatan. Soto gerabah Bu Yayun berada di barat areal sawah.

Saat disajikan, kuah soto masih kemebul alias berasap. Sedangkan mangkuk gerabah tidak terlalu panas dan aman dipegang. Aroma sedap menguar. Potongan daging sapi dengan tauge panjang-panjang seolah melambai.

Rasa sedap, gurih dengan balutan asin dan manis yang pas. Lebih nikmat lagi jika dicampur dengan sambal dan perasan jeruk nipis. Bisa ditambahkan sesuai selera.

Ada juga aneka camilan penyerta lainnya. Mulai dari gorengan, puritan, telur puyuh, tahu dan tempe bacem serta jajanan lain. Ataupun kerupuk rambak dan karak. Tak kalah nikmat saat ditemukan dengan kuah soto bertekstur bening. Tidak ada 10 menit, satu mangkok gerabah sudah tak bersisa.

”Kalau pakai gerabah begini kan, jadi awet panasnya dan baunya juga sedap. Makanya banyak yang suka. Awalnya ya, cuma buka soto dan jadi mengembang ke menu-menu lainnya,” ujar pemilik kedai, Yayun pada Jawa Pos Radar Solo, beberapa waktu lalu.

Dia sudah berjualan selama hampir sepuluhan tahun. Awalnya, sang suami, Bambang Kadarisman merupakan anggota polisi. Kemudian masuk masa pensiun dan memilih usaha kuliner.

Keduanya lantas membuka warung di daerah Mojosongo. Kemudian pindah di pinggir jalan desa Ngaru-Aru, Banyudono, dekat dengan traffic light. Lalu membuka kedai baru di pinggir sawah.

Sebelumnya, lokasi kedai merupakan rumah dan pekarangan. Mereka membongkar rumah tersebut dan dibuat kedai makan dengan bentuk khas Jawa. Ternyata, kedai soto gerabah tersebut mendapat sambutan baik. Hingga akhirnya selalu ramai. Menunya pun berkembang.

”Dan Alhamdulillah, pelanggan suka dengan menu baru. Sehingga terus ditambah dan ditambah hingga sampai sebanyak ini,” kata dia.

Sedikitnya ada 21 macam menu yang menggugah selera pengunjung. Mulai dari soto gerabah, selat, timlo, garang asem, iga bakar, sop iga, olahan ayam, bebek, lontong sayur, pecel lele, gado-gado dan aneka menu lainnya. Tentunya, tiap menu mampu membuat ketagihan.

”Semua menunya favorit ya, tinggal kesukaan. Ada yang suka soto gerabah, ada juga yang suka timlo-nya, opor lontong juga,” jelasnya.

Kedai soto ini buka setiap hari dari pukul 08.00-16.00. Sedangkan dari segi harga cukup terjangkau. Se porsi nasi soto gerabah seharga Rp 10 ribu. Sedangkan untuk  sop iga bakar dibandrol dengan harga Rp 35 ribu. Lalu untuk menu lainnya harga mulai Rp 10 - Rp 30 ribu per porsi. (rgl/adi)

Editor : Damianus Bram
#Boyolali #desa ngaru aru #warung soto gerabah #soto