RADARSOLO.COM - Olahan daging bebek, tentunya sangat lezat disantap. Tapi bagaimana dengan olahan kaki alias ceker bebek?
Jawabannya ada warung makan ayam dan bebek goreng milik Aris Yuwono di Kampung Jati Kembaran, Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo.
Warung makan ini berada di tengah perkampungan, namun tak pernah sepi pembeli. Selain ceker bebek, warung milik Aris itu juga menyediakan pilihan menu daging bebek, ayam, udang, lele, bandeng dan lainnya.
”Setiap hari buka, kecuali kalau di kampung ada yang punya, ya hajat libur,” kata Aris kepada Radarsolo.com.
Ceker bebek menjadi menu andalan yang cukup spesial di warung itu. Ceker bebek ini diolah Aris dengan bumbu cabai atau lombok ijo.
Sensasi pedasnya lombok ijo, bercampur kuah yang segar menambah cita rasa ceker bebek. Kulit dan daging pada ceker bebek juga sangat lembut. Cukup diemut, gurihnya kulit dan daging pada ceker bebek lumer di mulut.
”Tidak mahal, hanya Rp 21 ribuan per porsi,” imbuh Aris.
Dalam satu porsi, ada lima sampai enam ceker yang disajikan. Ceker tersebut dipotong dua bagian atas dan pergelangan jari ke bawah. Tinggal diseruput, daging dan kulinya langsung terlepas.
Di warung makan milik Aris ini, nyaris semua makanan yang disajikan bisa dipesan dengan bumbu cabai hijau. Baik ayam, bebek, cumi, udang dan lainnya.
Resep masakan dengan bumbu cabai hijau ini cukup spesial, karena termasuk jarang di Sukoharjo.
”Saya awalnya ya coba-coba saja. Tapi kemudian banyak yang suka. Hingga menjadi masakan favorit,” katanya.
Warung ini tak pernah sepi pengunjung, ulai dari warga sekitar Bendosari hingga para guru dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sukoharjo. Penasaran dengan cita rasa pedas gurihnya yang bikin nagih? Silakan datang ke lokasi. (kwl/adi/ria)
Editor : Syahaamah Fikria