RADARSOLO.COM-Menyambut pagi atau ngaso sore hari sembari menyeduh teh atau kopi, belum lengkap rasanya jika tidak ada camilan pendamping.
Di Kabupaten Boyolali, ada kuliner khas yang menjadi jajanan lokal turun temurun. Utri namanya.
Camilan berbahan dasar singkong dengan balutan gurih kelapa dan manis gula Jawa.
Makanan berbahan pangan lokal ini sudah menjadi sajian yang digemari masyarakat.
Utri lebih nikmat jika disajikan saat hangat. Ditemani kopi hitam panas.
”Banyak yang cari dan habis terus setiap hari. Sehari nyetok paling banyak 30-40 biji, selalu habis,” ujar Anis Trisna, penjual aneka snack di Pulisen, Boyolali Kota.
Utri yang dijualnya selalu baru dan fresh. Karena proses memasaknya pada dini hari.
Bahan baku utri berupa singkong, kelapa parut, gula Jawa dan sejumput garam. Cara memasaknya juga cukup mudah.
Singkong dikupas dan dicuci bersih. Setelah itu, singkong diparut lembut dan dihilangkan seratnya.
Kemudian, kelapa parut dicampurkan pada singkong. Lalu parutan gula Jawa dan sejumput garam dibubuhkan. Adonan diaduk sampai merata.
”Agar tambah sedap, adonan dimasukkan ke dalam daun pisang yang sudah dibersihkan. Cukup dilipat memanjang lalu ditekuk atas dan bawahnya. Setelah itu dikukus selama satu jam sampai matang,” paparnya.
Saat mencicipnya, ada paduan gurih dan manis. Teksturnya kenyal dan lengket. Rasa gurih didapatkan dari parutan kelapa, sedangkan legitnya dari gula Jawa.
Jajanan tradisional ini juga ramah di kantong. Hanya Rp 1.000 per biji.
Listiyoningsih, salah seorang pembeli mengaku ketagihan camilan jadul ini. “Sekarang sudah mulai jarang. Makanya cari menu ini untuk mengobati rasa rindu masa kecil,” jelas dia. (rgl/adi)
Editor : Tri Wahyu Cahyono