Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kare di Kawasan Pasar Matesih Karanganyar Ini Melegenda: Jadi Jujukan Pejabat, hanya Buka di Waktu Berikut

Rudi Hartono RS • Sabtu, 20 Januari 2024 | 22:45 WIB
Salah seorang pedagang kare di kawasan Pasar Matesih, Karanganyar yang sudah melegenda.
Salah seorang pedagang kare di kawasan Pasar Matesih, Karanganyar yang sudah melegenda.

RADARSOLO.COM - Siapa yang tak kenal dengan kelezatan kare ayam. Di Pasar Matesih, Kecamatan Matesih, Karanganyar ada penjual kare yang legendaris. 

Kuliner tradisional ini menjadi jujukan pejabat di Karanganyar hingga luar daerah. Pelanggannya sering menyebut kare setan. Lantaran penjualnya hanya buka pada malam hari dan tutup menjelang Subuh.

"Dulu memang terkenalnya kare setan. Karena bukanya malam dan menempati beberapa lokasi yang wingit atau angker di dekat Pasar Matesih. Di sekitar sini juga ada beberapa bangunan tua,” terang salah seorang warga Matesih Maskhuri.

Seiring berjalannya waktu, banyak warga setempat yang ikut berjualan kare pada malam hari.

Mereka mendirikan warung di depan rumah. Namun, ada juga yang bertahan di dekat pasar dan terminal Matesih.

Salah seorang penjual kare ternama di Matesih adalah Pak Nardi. Lokasinya berada tak jauh dari Pasar Matesih.

Sumiyati, istri Nardi mengatakan, kare Matesih memang berbeda dibandingkan kare daerah lain. Karena menggunakan racikan bumbu yang berbeda.

”Paling utama tentunya pakai santan. Itu yang membedakan dengan soto,” kelakar Sumiyati tanpa menyebut secara spesifik resep rahasianya.

Selain itu, kare miliknya juga menyediakan aneka makanan pendamping. Seperti sate-satean, gorengan, dan lainnya.

Tempatnya yang luas juga menjadikan warung ini tak pernah sepi.

Akses menuju lokasi juga cukup mudah. Karena berada di pinggir jalan utama Matesih-Karangpandan.

”Warga luar daerah tiap ke Matesih pasti carinya kare. Bahkan beberapa pejabat dari kepolisian, pemerintahan maupun tokoh politik sering ke sini. Katanya rasa kuah karenya itu beda dengan kuah kare yang lain,” terang Sumiyati.

Tak salah jika warungnya sudah melegenda. Karena Sumiyati bersama suaminya sudah berjualan selama 17 tahun.

Soal sebutan kare setan, Sumiyati mengaku tidak begitu tahu alasannya. Dia pun tidak keberatan dengan sebutan tersebut.

”Kalau dulunya mungkin karena bukanya malam sampai pagi. Biasanya mulai jam 17.00,” tandasnya. (rud/adi/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#karanganyar #kare setan #matesih #kare