RADARSOLO.COM - Bekicot kerap menjadi hama tanaman di sawah. Namun tidak dipungkiri, jika diolah dengan benar menjadi kuliner yang lezat.
Selain itu, bekicot juga termasuk hewan dengan protein tinggi.
Kabupaten Sragen yang dikenal sebagai lumbung pangan di Jawa Tengah, tentunya memiliki banyak area persawahan.
Dengan luasnya persawahan ini membuat ekosistem di dalamnya berkembang. Termasuk hewan bercangkang yang disebut bekicot.
Jika dibiarkan, bekicot bisa merusak tanaman.
Namun keberadaanya yang melimpah, justru bisa menjadi alternatif kuliner.
Yakni rica-rica bekicot yang bisa ditemui di Sragen.
Meski demikian, sebagian masyarakat memang memandang masakan bekicot merupakan kuliner ekstrem. Karena tak lazim dikonsumsi di daerah lain.
Padahal, soal rasa, rica-rica bekicot ini bisa diuji dengan kuliner lain unik.
Dengan paduan bumbu yang pas, daging bekicot punya tekstur kenyal namun lembut di mulut. Cocok jika dihidangkan dengan sepiring nasi hangat.
Jumlahnya yang melimpah menjadi potensi luar biasa bagi sebagian orang di Sragen.
Salah satu pedagang rica-rica bekicot yakni Diana Astuti, 30, dan Kasno, 36, warga Karang, Desa Gading, Kecamatan Tanon.
Pasangan suami istri itu sudah belasan tahun mengolah bekicot menjadi produk kuliner.
Menurut Diana, memasak rica-rica bekicot cukup mudah.
Menggunakan beberapa bahan bumbu dasar seperti merica, bawang merah, bawang putih, gula, kecap, serai, garam dan daun jeruk yang digiling jadi satu.
Lalu dicampur dengan daging bekicot yang telah dimasak setengah matang sebelumnya.
”Saya masak rica-rica lalu saya bungkusin dengan harga per bungkus Rp 2.500 sampai Rp 3.000. Tapi saat ini paling banyak pesanan partai besar Rp 150 ribu - Rp 200 ribu,” ujarnya.
Saat ini pun Diana dan suami hanya melayani pembelian yang telah melakukan pemesanan sebelumnya.
Alias sudah tak menjajakan rica-rica bekicot dalam partai kecil yang diecer.
"Saat ini kami lebih fokus melayani pesanan saja. Soalnya kami waktunya juga dibagi-bagi," ujar dia.
"Kalau ada pesanan, baru dimasakin dan antar ke rumah pihak pemesan. Biasanya dua hari sekali kami melayani pesanan,” imbuhnya.
Diakui Diana, persediaan bekicot di wilayah Sragen saat ini terbilang melimpah. Bekicot banyak ditemukan di setiap kebun dan sawah.
”Kami biasanya beli dari para pencari bekicot dengan harga yang sepantasnya,” ujarnya. (din/adi/ria)
Editor : Syahaamah Fikria