Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bukan Sembarang Botok! Botok Belut dari Desa Tangkil Sragen, Pedas Segar Bikin Nagih

Ahmad Khairudin • Sabtu, 17 Februari 2024 | 18:00 WIB
Menu botok belut di warung depan kantor Desa Tangkil, Kecamatan/Kabupaten Sragen.
Menu botok belut di warung depan kantor Desa Tangkil, Kecamatan/Kabupaten Sragen.

RADARSOLO.COM - Belut memang menggelikan jika masih hidup. Namun, nikmat disantap saat sudah diolah.

Bagi pecinta kuliner belut, warung botok belut yang berada di tikungan depan Kantor Desa Tangkil, Kecamatan Sragen, ini tentu bisa jadi referensi.

Belut yang diolah di warung ini masih segar karena hasil berburu di sawah sekitar.

Botok belut yang diah oleh Sukarni Ani, 55, Warga Desa Tangkil, Sragen ini memang cukup berbeda.

Botok belut diolah tanpa parutan kelapa. Namun, tetap dibungkus daun pisang dan dimasak menggunakan rempah-rempah seperti kemiri, serta tambahan tomat segar.

Rasa botok belutnya cukup pedas, namun tidak sepedas botok mercon.

Apalagi ditambah irisan tomat yang menghadirkan cita rasa segar.

”Ini pakai tomat yang digongso, cabai tidak sebanyak botok mercon, pakai kemiri dan bumbu lainnya. Serta ada bumbu lainnya,” terang Ani.

Dikatakan Ani, awal dia mulai menjual olahan belut ini adalah saat pandemi Covid-19 lalu.

Karena suaminya petani dan melihat stok belut berlimpah di sawah, muncul ide untuk mencari penghasilan tambahan.

"Biasanya mencari belut ketika habis panen. Namun saat tidak panen, membeli dari pengepul belut," ujar Ani.

Selain botok belut, dia juga menawarkan menu sambal belut.

Berbeda dengan botok, sambal belut disajikan lebih pedas. Dipadu dengan sambal bawang yang super nendang.

Harga olahan belut ini tidak bikin kantong bolong.

Sambal belut dengan nasi dibanderol harga Rp 15 ribu. Sedangkan botok belut dan nasi hanya Rp 16 ribu.

Awalnya, Ani membuka warungnya di tepi sawah jalur Sragen-Gesi.

Namun karena ada perbaikan talut, terpaksa pindah di depan Kantor Desa Tangkil.

Terkait jam buka warungnya, Ani menyampaikan tidak pasti.

Biasanya dia buka pukul 10.00 WIB dan tutup sekira pukul 16.00 WIB.

Dia sudah punya pelanggan yang sering mampir, seperti rombongan pegawai negeri sipil (PNS) dan perangkat Desa Tangkil.
Selain itu ada juga orang yang melintas jalur tersebut. (din/adi/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#botok #sambal belut #sragen #Desa Tangkil #belut