RADARSOLO.COM - Penjual sate kelinci di Sragen memang tidak sebanyak seperti di kawasan wisata Tawangmangu, Karanganyar.
Namun, penjual sate kelinci di Sragen pun tetap punya banyak penggemar.
Salah satunya sate kelinci Pak Peng di sebelah timur Tugu Gedhe atau gapura Lemah Abang, Sambungmacan, Sragen.
Lokasinya mudah dijangkau lantaran tepat di Pasar Lemah Abang, jalur Sragen-Ngawi.
Selain itu ada penanda berupa patung kelinci berukuran besar.
Satu porsi sate daging kelinci dihidangkan dengan bumbu kecap, irisan cabai, bawang merah, tomat, dan kubis. Ditambah sepiring penuh nasi. Dengan harga sekira Rp 29 ribu per porsi.
Banyak pelanggan warung sate kelinci ini yang berasal dari berbagai kota.
Penjual sate kelinci ini adalah Ratno atau lebih akrab disapa Pak Peng. Usahanya berjualan sate kelinci dimulai sejak 2001.
Ratno alias Pak Peng mengaku belajar dari Tawangmangu untuk mengolah daging kelinci menjadi sate yang lezat dan empuk.
Bedanya, sate kelinci yang dihidangkannya menggunakan bumbu kecap dengan irisan bawang merah, tomat dan cabai rawit, seperti pada sate kambing.
Kini, Pak Peng punya pelanggan dari semua lapisan masyarakat. Mulai dari pejabat hingga pelancong yang sengaja melintas menuju Jawa Timur maupun sebaliknya.
”Biasanya ramai menjelang jam makan siang. Sampai banyak yang antre tempat duduk,” jelasnya.
Saat ini, Pak Peng membuka cabang tidak jauh dari lokasi warung pertama.
Dalam sehari Pak Peng bisa menghabiskan puluhan ekor kelinci.
Dia mendapatkan stok kelinci dari peternak sekitar lereng Gunung Lawu serta dari Tuban.
Dia mengklaim daging kelinci tidak mengandung kolesterol penyebab darah tinggi.
”Daging yang digunakan asli daging kelinci, tanpa dicampur dengan daging lainnya,” ujarnya.
Sate kelinci makin digemari karena dianggap lebih aman untuk kesehatan jika dibandingkan dengan sate kambing.
”Sekarang yang dicari sate kelinci,” ucapnya. (din/adi/ria)
Editor : Syahaamah Fikria