Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Gongso Iga Sapi Pak Ragil Sukoharjo Selalu Bikin Lidah Bergoyang, Empuk Penuh Rempah

Iwan Kawul • Sabtu, 2 Maret 2024 | 18:00 WIB
Gongso iga sapi yang dijual di warung soto Pak Ragil Kota Sukoharjo.
Gongso iga sapi yang dijual di warung soto Pak Ragil Kota Sukoharjo.

RADARSOLO.COM - Olahan daging sapi sangat beraneka ragam, namun selalu mampu menggoyang lidah para penggemarnya.

Salah satunya, kuliner gongso iga sapi di Sukoharjo Kota ini. Meski warungnya sederhana, namun pelanggannya datang dari berbagai latar belakang.

Kuliner gongso iga sapi ini bisa dinikmati di warung soto Pak Ragil, Jalan Pemuda Wetan, Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo Kota.

Penjualnya yakni Ragil Adi Murtopo. 37 warga, Kampung Larangan, Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo.

”Ada berbagai menu berbahan daging sapi. Ada soto, gulai, tongseng, babat gongso hingga sop,” kata Ragil.

Ragil sendiri mulai merintis usahanya sejak 2018 lalu.

Lokasinya berpindah-pindah, mulai dari Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo, pindah ke rumah, yang terakhir pindah di lokasi yang saat ini.

”Awalnya dulu memang Sukoharjo Kota belum banyak yang berjualan kuliner olahan iga sapi, khususnya iga gongso. Lalu, mencoba berjualan olahan daging sapi,” ungkap Ragil.

Untuk satu porsi gongso iga, Ragil membanderol harga Rp 30 ribu.

Setelah dipesan, iga-iga sapi itubaru dimasak. Sehingga saat disantap, masih hangat dan lezat.

Iga gongso yang diolah dengan perpaduan bumbu rempah-rempah, kecap, serta santan kelapa membuat lidah meronta-ronta ingin segera mencicipi.

”Setiap hari, saya sediakan 80 porsi,” katanya.

Gongso iga sapi buatan Ragil begitu empuk, tidak perlu bersusah payah untuk mengunyah.

Ragil sendiri mengaku tak punya rahasia khusus dalam mengolah iga sapi hingga menjadi empuk

”Tidak ada trik khusus. Cuma iga sapi, daging kita presto dalam waktu tertentu," kata dia.

"Kalau cara masak, mungkin karena istri adalah keturunan bakul soto Kudus. Bisa jadi sudah ada keahlian yang diturunkan dari almarhumah ibunya,” imbuh Ragil.

Meski sederhana, warung yang dikelola Ragil hampir tak pernah sepi pembeli. Apalagi, lokasinya di pusat kota dekat dengan sejumlah kantor pemerintahan maupun instansi.

Tak ayal, banyak pekerja, pegawai kantoran maupun ASN yang mampir untuk sarapan atau makan siang.

”Alhamdulillah, pelanggan berbagai kalangan. Ada pedagang pasar, pegawai kantoran, dan masyarakat biasa pada umumnya,” tandasnya. (kwl/adi/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#gongso #sukoharjo #iga sapi