RADARSOLO.COM–Keragaman kuliner khas Kabupaten Boyolali tidak ada habisnya.
Diolah dari bahan baku umbi-umbian, lahirlah jenang yang lembut.
Keberadaan umbi ganyong sudah menjadi makanan pokok masyarakat sejak zaman dulu.
Umbi-umbian ini mudah ditemukan di lereng Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.
Meliputi Kecamatan Tamansari, Musuk, Cepogo, Selo, Ampel hingga Gladagsari.
Salah satu jenang yang terkenal adalah pati ganyong di Dusun Tampir, Desa/Kecamatan Musuk, Boyolali.
Tekstur jenang pati ganyong sangat lembut dan kenyal.
Rasa manis jenang dari gula aren juga pas. Ditambah guyuran santan yang gurih dan wangi.
Hemmmm…. bisa menjadi menu sarapan yang menyehatkan.
Surat, 72, warga Dusun Tampir, Desa/Kecamatan Musuk, Boyolali merupakan salah satu pembuat jenang pati ganyong.
Resepnya diwariskan dari sang ibu, Sumiyem dan turun temurun di keluarganya sejak 1930-an.
Pati atau tepung ganyong dibuat sendiri oleh Surat. Caranya, umbi ganyong yang sudah dibersihkan lantas diparut. Kemudian diberi air dan diperas.
Baca Juga: Bupati Etik Suryani Lepas Kontingen Sukoharjo untuk Terjun di Popda Jateng 2024
Air perasan itu didiamkan semalam hingga muncul sari patinya.
Pati tersebut lantas dikeringkan dan bisa diolah menjadi jenang.
Setelah dijemur, pati ganyong dicampur air dan diaduk.
Berikutnya membuat kuah dari gula aren. Pati ganyong yang telah dicampur air, dimasukkan dalam larutan gula aren.
Bahan-bahan tersebut lalu dimasak menggunakan kuali dengan cara terus diaduk hingga matang.
"Baru bikin santannya. Diberi sedikit garam dan daun pandan biar wangi. Setelah santan matang, disiramkan ke jenangnya,” terang Surat.
Diketahui, umbi ganyong menyimpan protein, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi dan zat lainnya yang penting bagi tubuh. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono