Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Serabi khas Karangdowo Klaten, Ditaburi Parutan Kelapa dan Juruh Gula Jawa

Angga Purenda • Sabtu, 24 Agustus 2024 | 14:15 WIB
Serabi khas Karangdowo, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Serabi khas Karangdowo, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Selama ini, serabi dikenal sebagai kuliner khas Kota Solo. Tapi siapa sangka, di Kabupaten Klaten juga memiliki serabi khas Kecamatan Karangdowo yang tak kalah enaknya.

Tampilan serabi khas Karangdowo juga berbeda dibanding dari Solo. Saat disajikan, serabi khas Karangdowo ditaburi parutan kelapa dan dituangkan juruh dari gula jawa.

Salah seorang penjual serabi khas Karangdowo yakni Tatmi, 58, yang sudah eksis berjualan selama 20 tahun di tepi Jalan Pedan-Karangdowo. Tepatnya di Dusun Banaran, Desa Pugeran, Kecamatan Karangdowo, Klaten.

Dalam kesehariannya, Tatmi memproduksi serabi pada warung yang berdinding bambu. Tepat di depan sebuah rumah dengan proses produksi yang masih dilakukan secara tradisional.

Yakni menggunakan perapian dari tungku kayu bakar yang berjumlah sembilan tungku dan wajan gerabah di atasnya. Tatmi memasukkan adonan berbahan dasar dari tepung beras, santan, garam dan air panas ke wajan gerabah tersebut.

”Awalnya iseng saja dalam membuat serabi ini. Coba-coba dulu lalu berjualan. Banyak juga pelanggan yang komplain di awal-awal soal rasanya yang kurang gurih. Tetapi saya tetap terus berjualan,” ujar Tatmi saat ditemui Radarsolo.com, Jumat (23/8/2024).

Lebih lanjut, Tatmi mengungkapkan, dari komplain para pelanggan itu, dia terus memperbaiki cita rasa sesuai keinginan pembeli. Memang di awal berjualan serabi, tampilannya mirip dengan serabi kocor khas Jogjakarta yang dituangkan dengan kuah santan.

Tetapi dia menggantikannya dengan menaburi parutan kelapa di atas serabi. Kemudian menambahkan juruh dari gula Jawa yang dituangkan di atas parutan kelapa dan serabi tersebut. Hingga akhirnya, terciptalah serabi khas Karangdowo tersebut yang memiliki cita rasa perpaduan gurih dan manis.

”Kalau hari biasa saya biasanya membuat adonan sebanyak 4,5 kg. Tetapi kalau di akhir pekan bisa membuat adonan sampai 8 kg. Ya langsung habis,” ujar Tatmi yang sebelumnya memiliki usaha menjahit.

Pelanggan dari Solo, Jogja, Sukoharjo, hingga Semarang. Ada pun harganya Rp 1.500 dua biji. Tetapi Tatmi juga menyiapkan paketan seharga Rp 5.000 mendapatkan delapan biji serabi.

”Jadi banyak juga pembeli serabi dari bakul-bakul untuk dijual kembali. Tetapi saya tidak tahu dijual dengan harga berapa. Biasanya membeli yang paketan Rp 5.000 itu,” tambah Tatmi. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#jogja #klaten #gula jawa #serabi #parutan kelapa #sukoharjo #kota solo #kuliner #karangdowo #semarang