RADARSOLO.COM – Salah satu kuliner unik di Klaten yang mudah dijumpai adalah sajian soto tanpa kuah alias soto garing (toring) atau kering. Biasanya ada suwiran ayam dalam seporsi soto garing. Lantas bagaimana rasanya ketika komposisi tersebut diganti dengan suwiran bebek bacem khas Klaten?
Salah satu warung yang menyajikan soto garing bebek bacem yakni Warung Bu Heri di Jalan Ki Pandanaran, Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan. Maryam Ulfa, 36, merupakan generasi ketiga yang mengelola warung soto bebek dan bebek goreng tersebut.
Setiap harinya Ulfa mengolah bebek yang dimasak bacem dengan resep turun temurun sejak 1987. Salah satu menu yang ditawarkan yakni soto bebek bacem.
Menariknya, tidak hanya disajikan dengan kuah saja. Tetapi juga melayani tanpa kuah sama sekali alias soto garing.
Komposisi dalam soto garing bebek bacem sebenarnya sama dengan soto bebek yang disajikannya selama ini.
Yakni nasi, kubis, kecambah, seledri, suwiran bebek bacem, dan bawang goreng. Ditambah penyedap rasa hingga memberikan kecap manis di atasnya sehingga memiliki cita rasa gurih manis.
”Untuk satu porsi soto garing bebek bacem ini harganya Rp 9.000. Rata-rata yang beli kebanyakan justru untuk dibawa pulang sehingga dibungkus. Kalau yang makan di warung hanya dua sampai tiga orang saja setiap harinya,” ujar Ulfa saat ditemui Radarsolo.com, Jumat (27/9/2024).
Dalam menikmati sajian soto garing bebek bacem bisa ditemani dengan berbagai lauk pauk. Seperti gorengan tempe dan tahu dengan harga Rp 1.000- Rp 1.500 per biji.
Termasuk dengan lauk potongan bebek bacem, mulai dari bagian ati, kepala, paha, dada, ceker dan daging bebek yang dibanderol mulai harga Rp 500 sampai Rp 32.000.
”Untuk yang dibungkus itu, kadang menggunakan lauk seperti gorengan tempe maupun tahu di atasnya. Sedangkan yang makan di warung biasanya minta diiriskan sekalian ati maupun daging bebek bacem untuk dijadikan satu dengan komposisi soto garing,” ujar Ulfa.
Baca Juga: 812 Pendaftar CPNS Pemkab Klaten Lolos Seleksi Administrasi
Dia menyebut, penikmat soto garing bebek bacem tidak hanya dari wilayah Klaten saja. Tetapi sejumlah kota sekitar seperti Semarang yang menyempatkan datang ke Warung Bu Heri tersebut. Permintaan soto garing bebek bacem itu meningkat ketika akhir pekan tiba.
”Kalau datangnya rombongan, pasti salah satunya ada yang pesan soto garing bebek bacem ini. Untuk cita rasanya berasal dari penambahan penyedap rasa dan kecapnya. Bahkan untuk kecapnya khusus, kecap lokal yang diproduksi di Klaten. Jadi gurihnya dari penyedap rasanya dan manisnya dari kecapnya,” ujar Ulfa. (ren/adi)
Editor : Adi Pras